<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061</id><updated>2011-04-21T19:07:08.850-07:00</updated><category term='Bakat Anak'/><category term='Balita Anda'/><category term='Remaja'/><category term='Seputar Keluarga'/><title type='text'>Keluarga Kita</title><subtitle type='html'>Blog yang berisikan tentang keluarga,anak,bakat dan pendidikan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-4178098736017598942</id><published>2008-12-23T18:50:00.001-08:00</published><updated>2008-12-23T18:53:01.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Keluarga'/><title type='text'>Memilih Liburan Untuk Anak</title><content type='html'>Setiap musim liburan tiba, kita sering melihat respon yang berbeda antara anak dengan orang tua. Anak-anak dengan gembira dan semangatnya menyambut liburan mereka, sedangkan orang tua malah pusing dan bingung karena mereka harus memikirkan aktivitas apa saja yang dapat mengisi liburan, sehingga kegiatan anak tetap terarah dan berkualitas. Kepusingan orang tua sering dialami oleh para orang tua yang bekerja, karena mereka tidak bisa sewaktu-waktu mengambil cuti dari kantor. Tuntutan pekerjaan membuat mereka tidak mudah meninggalkan tanggung jawab setengah jalan untuk urusan “liburan”. Idealnya, antara orang tua dan anak, ada perencanaan yang baik dalam menentukan waktu “liburan bersama keluarga” sehingga tidak perlu ada yang mengorbankan kepentingan atau tanggung jawab. Namun, sudah tentu waktu libur anak yang relatif panjang sekali jika dibandingkan dengan libur orang kerja, tidak akan pernah “match” dengan orang tuanya. Bagaimana mengelola kegiatan terutama pada waktu orang tua tidak bisa extending waktu libur mereka bersama anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Liburan Murah Meriah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimengerti, bahwa dalam kesibukan para orang tua, dari pagi hingga malam, bekerja penuh waktu, segenap energi, pikiran dan ide-ide kita sering buntu – tidak lagi bisa memikirkan hal-hal lain selain dari pekerjaan hari ini dan pekerjaan esok hari yang sudah in-advance dipikirkan malam sebelumnya. Dalam keadaan seperti itu, kita para orang tua sering lupa, bahwa kita pun dulu pernah kecil, pernah melewati masa kanak-kanak yang amat sangat jauh berbeda dengan masa kanak-kanak anak-anak kita sekarang ini. Dulu, kita tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang amat sangat jauh lebih sederhana, tanpa kekurangan “media” bermain dan fasilitas permainan. Ada saja ruang dan bahan-bahan yang bisa kita jadikan permainan tanpa harus membayar mahal-mahal dan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal. Halaman belakang rumah, halaman tetangga, kebun nenek kakek atau pun, parit kecil di depan rumah – sering dipakai bermain, terutama di kala hujan.&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, jaman sudah berubah, tuntutan kian mengejar dan usia semakin menua, membuat kita para orang tua lupa bagaimana kita dulu mengelola liburan kita, tanpa harus selalu mengikutsertakan orang tua. Artikel kali ini, bertujuan untuk sekedar mengingatkan dan memberi alternatif – bagaimana cara mengisi liburan anak, tanpa harus bepergian jauh, apalagi dengan mengeluarkan biaya yang besar. Sebab, tidak semua keluarga mampu memiliki biaya atau budget yang memungkinkan untuk “liburan”...Kita bisa membuat liburan tetap menjadi moment istimewa, meskipun dengan biaya ringan atau pun bahkan tanpa biaya. Bagaimana menyiasatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Liburan ilmiah&lt;br /&gt;Liburan ilmiah yang dimaksud di sini, adalah liburan sambil menimba ilmu. Bagaimana caranya supaya tidak bosan dan “menyebalkan”? Kita bisa membawa anak-anak berjalan-jalan ke musium yang ada di dekat tempat tinggal kita, entah musium zoologi yang ada di kota Bogor, Kebun Raya Bogor, musium geologi di Bandung, BOSCHA (tempat teropong bintang) di Lembang atau pun yang ada di seputar Taman Ismail Marzuki. Di Jakarta ada musium ABRI (Satria Mandala), di Yogyakarta ada musium sekaligus monumen perjuangan Yogya Kembali. Dan, masih banyak musium yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan membawa mereka ke musium, mereka belajar banyak tentang sejarah masa lalu, entah sejarah kehidupan manusia, kehidupan tumbuhan dan hewan, serta alam semesta. Biaya masuk ke musium relatif sangat murah ketimbang “shopping” di Mall.&lt;br /&gt;Mengisi liburan ilmiah, tidak hanya dengan pergi ke musium; pergi ke pasar pun bisa menjadi ajang liburan ilmiah. Kalau kita tidak di”ganggu” oleh kekhawatiran kita yang sering kelewat batas kalau membawa anak ke pasar (takut becek, takut kotor, takut lelah, takut sakit, dsb) yang sesungguhnya sering ditunggangi oleh ke-egoisan kita (tidak mau repot bawa anak ke pasar). Di pasar, banyak sekali komoditas yang dijual dan ditampilkan dalam “etalase” terbuka. Ada bawang merah, cabe, sayur mayur, bumbu dapur, alat memasak, dsb. Pasar adalah pusat informasi yang menyimpan “data base” amat besar. Ribuan variable yang dapat kita temukan di pasar dan masing-masing “variabel” dapat kita jelaskan pada anak. Misalnya, kita tunjukkan pada anak, yang manakah bawang merah dan manakah bawang putih, bagaimana mereka tumbuh, mengapa kita perlu bawang merah, mengapa kita perlu bawang putih, apa kegunaan dan manfaatnya, dsb. Atau, mana kah yang namanya ikan mujair dengan ikan tongkol, cumi-cumi dan kepiting (dalam wujud yang utuh, bukan lagi dalam bentuk transformasi yang sudah tersaji di meja makan). Kalau informasi itu dikumpulkan, maka tidak cukup 12 ensiklopedi untuk menjelaskan semuanya. Kita bisa menjelaskan segala sesuatu secara panjang lebar di rumah, setelah kita menunjukkan pada anak benda-bendanya. Dan, pasti lebih menyenangkan jika anak melihat secara langsung “tumpukan” komiditas di pasar. Bagi anak-anak yang perkembangan intelektualnya masih membutuhkan benda-benda kongkrit untuk menunjang pengertian mereka, “study tour” adalah moment yang penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Liburan kreatif &amp;amp; innovatif&lt;br /&gt;Kita bisa mengarahkan dan membangkitkan kreativitas anak dengan menstimulasi imajinasi mereka. Pada dasarnya, anak-anak itu sangat kreatif dan heavy-loaded by energy. Kita (atau pengasuh, atau siapapun yang bisa kita percaya) bisa bawa mereka ke tempat art &amp;amp; craft center atau pun science club untuk anak-anak, dengan biaya relatif murah. Di sana, mereka akan disajikan banyak sekali hal-hal yang belum mereka ketahui, percobaan-percobaan ilmiah atau pun teknik-teknik seni yang akan menghasilkan karya yang membuat mereka bangga akan diri sendiri. Memang, ktia tidak selamanya bisa membawa mereka ke tempat-tempat tersebut. Kita pun bisa menciptakan liburan kreatif dan innovatif di rumah. Kalau kita tidak punya ide sama sekali tentang apa dan bagaiamana, kita bisa membeli buku yang menjabarkan tentang berbagai percobaan menarik yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Mulai dari percobaan unsur (yang sederhana saja, misalnya minyak dengan air), percobaan warna (memadukan warna) sampai dengan mencoba membuat sesuatu / constructing things – dari benda-benda yang ada di rumah, misalnya: kardus, karton tebal, tripleks bekas, koran bekas, akuarium bekas, stoples beling kosong, dsb yang bisa digunakan menjadi media atau pun alat eksperimentasi atau konstruksi. Nah, di sinilah peran ayah sangat penting untuk menemani dan men-supervisi anak laki-laki. Dan, peran ibu untuk mau “menyulap” benda-benda yang ada di rumah, menjadi bahan baku yang potensial untuk menciptakan sesuatu.&lt;br /&gt;Di masa liburan ini pula, anak-anak bisa kita perkenalkan dengan kegiatan “baru”, misalnya : belajar memasak (membuat kue, dsb), belajar menjahit, menyulam, menari (kalau yang ini, mungkin harus kursus / jadi anggota sanggar), menukang, atau bertanam (tidak mesti harus punya halaman luas, karena bisa dengan menggunakan polybag (kantong khusus untuk menanam bibit) atau pot kecil. Jangan cemaskan hal-hal yang insignifikan, misalnya “bagaimana kalau anakku capek, bagaimana kalau rumah kotor, bagaimana kalau kaki kena tanah, bagaimana kalau bajunya basah, bagaimana kalau halaman jadi becek” dsb... Kalau kita mau jujur, bukankah semua kekhawatiran itu disebabkan karena kita tidak mau repot-repot atau capek-capek membereskan “perabotan” atau pun membersihkan kotoran?&lt;br /&gt;Nah, sebenarnya kita bisa sekalian mengajarkan pada anak kita, bagaimana mengerjakan segala sesuatu dengan rapi. Kita pun bisa sekalian mengajarkan pada anak kita “tanggung jawab”, artinya, kalau sudah selesai mengerjakan, kita pun harus membereskannya kembali. Hati-hati, kekuatiran kita para orang tua, bisa menghalangi anak “mengenyam, mempelajari dan menginternalisasi” nilai-nilai luhur budi pekerti, seperti : tanggung jawab, kreativitas, konsekuensi (sebab akibat), kebanggaan yang positif pada diri sendiri (atas dasar kemampuan diri yang riil – bukan numpang kekuatan dan kejayaan orang tua), ketekunan, persistensi, konsentrasi, koordinasi (baik koordinasi tangan, pikiran dan perasaan – dengan koordinasi dengan pihak lain) serta satu hal yang nilainya tidak kalah tinggi, yakni: membentuk tangga identitas diri. Setiap aktivitas, merupakan sebuah ekspresi diri sekaligus konfirmasi akan kemampuan dirinya. Kalau anak merasa “mampu” dan berhasil mengatasi tantangan yang satu, maka dalam dirinya tertanam rasa percaya diri untuk melakukan eksplorasi demi eksplorasi ke bidang-bidang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Liburan empatik &amp;amp; sosial&lt;br /&gt;Ada lagi jenis kegiatan yang relatif murah untuk mengisi liburan anak dengan nilai yang tinggi. Kita bisa membawa anak-anak, pergi ke panti asuhan untuk melihat teman-teman mereka yang hidup di panti asuhan. Dengan begitu, anak-anak akan melihat bahwa di dalam hidup ini, ada banyak hal yang belum mereka ketahui, bahwa ada banyak anak-anak yang menjalani hidup sangat berbeda dari anak-anak kita – dan ternyata, banyak juga yang meskipun hidup susah, tapi tetap bahagia, tahu bersyukur, tidak cerewet, tidak mengeluh dan bahkan punya semangat belajar dan semangat juang yang tinggi.&lt;br /&gt;Selain ke panti asuhan, kita juga bisa ajak anak-anak ke panti jompo. Di sana, kita bisa membuka pengertian anak dan menanamkan nilai moral, bahwa setiap orang akan menjadi tua, dan meskipun tua, mereka tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang, terutama setelah apa yang mereka berikan pada anak-anak selama ini. Kesempatan ini, dapat bermanfaat untuk menanamkan kebijaksanaan pada anak, akan pentingnya “orangtua” untuk anak-anaknya. Sebenarnya, dengan mengajak anak kita ke dua tempat: panti asuhan dan panti jompo, kita sekaligus menyampaikan sebuah fakta : bahwa setiap orang di dalam hidup ini saling membutuhkan dan saling memberikan. Tiadanya perhatian dan cinta, dapat membuat hidup menjadi sulit dan tidak bahagia; tapi, perhatian hanya dalam bentuk hadiah, barang, dan bentuk-bentuk materi lainnya – ternyata tidak dapat membuat orang benar-benar bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Liburan petualangan&lt;br /&gt;Liburan petualangan, biasanya diasosiasikan dengan biaya yang mahal dan perjalanan yang jauh. Sebenarnya tidak harus demikian, karena di setiap tempat, disetiap kota, pasti punya sisi terpencil yang amat menarik untuk dijadikan ajang petualangan. Coba jika Anda ingat ketika masih kecil dahulu, bukankah mengejar layangan putus sambil menelusuri sungai kecil – sudah menjadi pengalaman yang luar biasa? Mungkin, saat ini sungai kecil itu sudah tidak ada lagi – tidaklah masalah. Kita bisa mengajak anak-anak, pergi berjalan-jalan ke perkebunan teh, ke kebun raya, ke kebun binatang, ke gua, ke sawah, ke pemancingan (di daerah cibinong, ada sebuah pemancingan besar untuk umum, sekaligus tempat camping dan planting), ke gunung, ke mata air panas, ke air terjun atau ke peternakan (di daerah lingkar jakarta selatan, ada semacam istal kuda yang terbuka untuk umum).&lt;br /&gt;Sebenarnya, semua tempat itu accessible dan possible, selama kita para orang tua, willing to go out of the box, get out from the bed and comfort zone, dan doing extra effort to have advanture. Kendalanya, sesungguhnya lebih terletak pada diri kita sebagai orang tua. Kita memang sering terbentur waktu, dan kesempatan – tapi, kalau kita ingin jujur, sesungguhnya yang menghambat seringkali, adalah diri kita yang sepertinya “sudah terlalu lelah untuk melakukan apapun kecuali tidur atau sekedar jalan-jalan ke mall”. Padahal, kalau kita mau mencoba keluar dari lingkaran kehidupan dan kegiatan yang membuat energi kita terperangkap di dalam lingkaran itu, maka kita para orang tua yang sudah pada kelelahan, kita bisa men-charge kembali battery energy yang sudah low. Asalkan, selama bepergian, kita tidak membawa serta semua idealisme dan konsep-konsep “berlibur yang ideal, anak yang baik, orang tua yang sempurna, dsb” yang hanya akan membebani mental kita sendiri. Biarkan semua orang bisa mengekspresikan minat, emosi dan ide-idenya – justru karena ada media yang tepat untuk menyalurkannya.&lt;br /&gt;O ya, suasana petualangan, tidak harus artinya kita pergi jauh dari rumah. Jika kita, atau salah satu famili memiliki rumah dengan halaman yang cukup luas, maka kita bisa mendirikan tenda di halaman itu, dan membiarkan anak-anak “camping” di tenda. Tentu moment ini menjadi moment yang mengasikkan, apalagi jika anak-anak kita bergabung dengan para sepupunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Liburan super-aktif&lt;br /&gt;Mengingat anak-anak adalah pribadi yang paling aktif, maka kita pun bisa mengarahkan dan menyalurkan energinya, pada kegiatan yang mengasikan. Jikalau pergi ke pantai untuk berenang dan main pasir atau mengumpulkan kerang – terlalu sulit untuk dilakukan, atau terlalu jauh untuk dijalani, maka kita bisa mengajak anak-anak pergi ke lapangan bola terdekat, untuk “bertanding sepak bola”, atau pergi ke kolam renang terdekat, untuk adu renang; atau, membantu ayah men-cat tembok rumah, mencuci mobil, menjadi “asisten” ketika ayah membetulkan mobil atau motor, bersepeda di dalam kompleks, atau, bermain layangan! Coba kita ingat-ingat, betapa menyenangkannya “hanya” dengan main layang-layang atau main sepeda. Problemnya bagi kita para orang tua : maukah kita meluangkan waktu untuk anak kita? Maukah kita mengatasi dan mengalahkan ke-engganan diri (mungkin kita lebih senang nonton TV dan sinetron di rumah ketimbang panas-panasan di bawah terik matahari, atau berkutat pada komputer di ruang kerja karena pikiran tidak bisa lepas dari pekerjaan) ?&lt;br /&gt;Nah, dari semua alternatif di atas, tampaknya tidak terlalu sulit untuk direalisasikan. Namun, apapun kegiatan yang akan dihadapi dan dijalani, kendalanya biasanya ada di kita, para orang tua : maukah kita keluar dari comfort zone – mengusahakan dan melakukan sesuatu “diluar kebiasaan”. Selain itu, ada pula tantangan untuk kita para orang tua, yang datangnya justru dari anak-anak kita sendiri. Seringkali, pola hidup dan kebiasaan “keluarga” selama ini, yang di dominasi oleh kegiatan shopping ke mall, nonton TV, main computer game, atau chatting on line, membuat anak-anak enggan untuk pergi ke tempat-tempat di luar shopping mall atau pun untuk melakukan kegiatan yang sifatnya produktif. Mereka cenderung lebih senang nonton TV, main computer game, atau kalau mau liburan – ya benar-benar harus pergi ke suatu tempat yang jauh, misalnya ke Bali atau ke tempat lain yang mewah. Sebab – tidak selalu finansial keluarga, men-support keinginan anak – bahkan keinginan kita sendiri untuk menikmati “liburan” yang menyenangkan. Tanpa harus mengeluarkan dana yang besar, kita selayaknya dapat mencari dan menemukan kebahagiaan dari kegiatan yang sederhana, namun tidak kalah nilainya. Bagaimana pun juga, kebahagiaan itu tidak diukur dari besar kecilnya uang yang kita miliki, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di sadur dari : Jacinta F.Rini&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-4178098736017598942?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/4178098736017598942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=4178098736017598942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/4178098736017598942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/4178098736017598942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/12/memilih-liburan-untuk-anak.html' title='Memilih Liburan Untuk Anak'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-5853843548553670619</id><published>2008-11-17T17:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T17:59:33.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>Mimpi Basah tanda Kedewasaan Biologis</title><content type='html'>ISTILAH "mimpi basah" sudah pasti banyak dikenal banyak orang. Hal tersebut menandakan kematangan tubuh kita. Akan tetapi, apa sih sebetulnya "mimpi basah" itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIMPI basah umunya terjadi pada cowok berusia antara 9-14 tahun. Pada umumnya terjadi berkisar setiap 2-3 minggu sekali. Mimpi basah ini merupakan fenomena alami yaitu berupa pengeluaran cairan sperma. Sperma tersebut diproduksi oleh testis (biasa disebut juga buah pelir yang berjumlah dua) yang merupakan salah satu organ reproduksi cowok. Ketika alat reproduksi ini mulai berfungsi maka testisnya mulai berproduksi, dan hampir setiap hari testis ini memproduksi sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan bahas dulu apa aja sih alat reproduksi cowok itu. Alat reproduksi cowok terdiri antara lain: Penis (yang berfungsi untuk menyalurkan sperma clan air mani), Glans (bagian depan atau kepala penis), Foreskin/Preputium (kulit yang menutupi bagian glans). Sunat itu memotong kulit (preputium), kanclung kencing (tempat penampungan sementara air yang berasal ginjal atau air seni), Uretra luran kencing), Kelenjar (kelenjar yang menghasil iran yang berisi zat mak untuk menghidupi sperms. iran ini yang bertanggung aktif tidaknya gerakan s Vesikula Seminalis (sebaga nampung sperma matang), Deferens (saluran sperma testis menuju vesikula se lis), Epidydimis (saluran yang berkelok-kelok yang memo tuk bangunan seperti topi, sperma yang dihasilkan testis akan berkumpul disini), Scrotum adalah kantung Wit yang melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat-lipat. Scrotum adalah tempat bergantungnya testis, Testis (disebut juga pelir berjumlah dua buah untuk memproduksi sperma setiap hari dengan bantuan testosteron), Tulang kemaluan, Rambut kemaluan, Rectum (terletak diatas anus) clan Anus (tempat pengeluaran kotoran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme alami&lt;br /&gt;Istilah mimpi basah yang sering kita pakai untuk menggambarkan pengalaman para cowok setiap kali mereka bermimpi yang diikuti dengan basahnya daerah kelamin mereka. Yang dikeluarkan pada waktu mimpi basah itu adalah air mani, bukan sperma. Air mani merupakan campuran antara sperma dengan semen.&lt;br /&gt;Sperma adalah sel kelamin cowok. Bila sperma bertemu dengan sel kelamin cewek (biasa disebut sel telur), maka is bisa berkembang jade bayi. Pertemuan ini disebut pembuahan, biasanya terjadi lewat hubungan intim antara cowok clan cewek. Sperma ini kecil banget uk-urannya sehingga hanya bisa dilihat dengan miskroskop.&lt;br /&gt;Sedangkan semen adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar reproduksi, berfungsi untuk melengkapi sperma dalam proses reproduksi.&lt;br /&gt;Sperma baru mulai muncul dalam kehidupan cowok saat ia menginjak masa pubernya, biasanya sekitar usia 9-14 tahun. Saat itu otak mulai mengaktifkan fungsi seksual cowok. Organ-organ reproduksi cowok mulai aktif. Salah satunya, si testis, ia bertugas memproduksi sel sperma sebanyak kira-kira sejuta sampai tiga juta tiap harinya.&lt;br /&gt;Nah, sperma akan tinggal di epidydimis (bagian dalam testis) untuk proses pematangan sampai saatnya bakal dikeluarkan oleh pemiliknya. Sperma matang umumnya setelah berumur sekitar 60 hari. Kualitas sperma sangat mudah dipengaruhi oleh suhu, maka scrotum (kantung testis yang berwarna gelap dan berlipat-lipat seperti Wit buah salak adalah tempat bergantungnya testis) selalu menjaga suhu daerah kelamin selalu tepat ... hebat bukan ?. Scrotum mengandung otot-otot polos yang mengatur jarak jauh testis ke dinding perut dengan maksud mengatur suhu testis agar relatif tetap. Bila suhu sedang panas, maka scrotum akan merenggang, sebaliknya bila sedang dingin maka scrotum akan mendekatkan diri ke Tubuh.&lt;br /&gt;Bila cowok terangsang secara seksual maka organ-organ reproduksi ini siap beraksi. Awalnya, penis akan membesar dan menegang yang biasa disebut ereksi. Sementara itu, sperma mulai dibawa melalui kantung semen dan kelenjar prostat, untuk mendapatkan semen yang berisi zat- zat tambahan yang akan membantu sperma. Ketika semua sudah siap maka keluarlah rombongan air mani dari saluran uretra dalam penis. Peristiwa ini disebut ejakulasi. Setelah ejakulasi penis akan kembali ke ukuran semula.&lt;br /&gt;Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi refleks yang dimulai ketika otak menafsirkan "gejolak birahi" berupa rangsangan fisik atau rangsangan mental, termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung (belakang). Selanjutnya ada perintah dari otak untuk menghambat kemampuan pembuluh darah mengeluarkan darah dari penis sehingga penis tetap dipenuhi darah. Tekanan darah ekstra pada dinding penis sebelah dalam itu yang kemudian menyebabkan terjadinya ereksi. Tubuh dapat menggagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah, marah, takut, letih atau sedih.&lt;br /&gt;Ereksi ini kadang-kadang terjadi tanpa ada rangsangan seksual. Jadi, tahu-tahu saja penis sudah menegang. Ereksijuga bisa terjadi ketika seseorang tidur. Pada cowok yang sehat biasanya mengalami ereksi sekitar sembilan puluh menit sekali selama tidur di malam hari. Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjelang subuh setiap hari.&lt;br /&gt;Kadang-kadang ereksi yang terjadi dibarengi dorongan untuk buang air kecil sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Setelah hajat kecil ditunaikan, rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lenyap.&lt;br /&gt;Mimpi basah merupakan mekanisme alami untuk menguras timbunan sperma dari dalam tubuh. Jika tidak dikeluarkan melalui mimpi, maka akan terjadi penyerapan kembali sperma oleh tubuh.&lt;br /&gt;Umumnya mimpi basah ini di alami oleh cowok setelah mereka bermimpi mengenai hal-hal yang erotis. Namun banyak juga yang mengaku tidak pakai mimpi seperti itu, tahu-tahu keesokan harinya sudah basah. Jadi, wahai para cowok tidak perlu merasa takut atau malu mengalami mimpi basah. Sebaliknya kalian harus merasa bersyukur karena itu salah satu tanda akil baliq dan tanda bahwa organ reproduksi kita sudah mulai berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti , kita manusia normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah para orangtua .... bila anak anda sudah mengalami hal tersebut jangan dipermalukan. Beri pengertian bahwa itu proses alam yang bakal di alami oleh setiap cowok ...... dan mekanisme canggih tiada tanding yang diciptakan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-5853843548553670619?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/5853843548553670619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=5853843548553670619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5853843548553670619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5853843548553670619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/mimpi-basah-tanda-kedewasaan-biologis.html' title='Mimpi Basah tanda Kedewasaan Biologis'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-3422905994321378014</id><published>2008-11-17T17:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T17:42:57.620-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>Nikah Muda Dalam Pandangan Fiqih</title><content type='html'>Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat. Bagaimana hukum Islam memandang kasus seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Amiruddin Thamrin *&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Diantara keistimewaan ajaran agama Islam adalah fleksibel, universal, rasional, sesuai dengan tempat dan zaman serta mudah diterima oleh khalayak, baik yang berkaitan dengan masalah ibadat, akhlak, muamalat, maupun yang berkaitan dengan hukum (aturan) pernikahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal tersebut dianjurkan oleh agama, didorong serta dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW. Tepatkan asumsi tersebut? tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu nikah muda (nikah dibawah umur) dalam pandangan agama, dalam kaitan ini fiqih Islam. Harapan semoga ajaran agama Islam ini yang sudah sangat indah, mudah, memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan norma-norma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah dan batasan nikah muda (nikah dibawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas yaitu orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haidh) bagi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam tidak mengatur atau memberikan batasan usia tertentu untuk melaksanakan suatu pernikahan. Namun secara implisit syariat menghendaki pihak orang yang hendak melakukan pernikahan adalah benar-benar orang yang sudah siap mental, pisik dan psikis, dewasa. Dan paham akan arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah, persis seperti harus pahamnya apa itu shalat bagi orang yang melakukan ibadah shalat, haji bagi yang berhaji, transaksi dagang bagi pebisnis. Karenanya, tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi, kepentingan, kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat, yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafa’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fiqih islam ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan pernikahan, namun pertimbangan kafa’ah hanya sekedar sebagai anjuran dan dorongan agar pernikahan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya adalah kesetaraan dalam hal ketakwaan, sebaiknya orang yang sangat takwa dan sangat rajin menjalankan ibadah agama, tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). Juga seorang wanita intelektual (cendikiawati) tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Juga masalah umur tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). Ketidak setaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak dukung oleh syariat karena dikhawatirkan akan kuatnya timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut . Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan, ras, kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam agama Islam, karena Islam tidak memandang keturunan, suku bangsa serta miskin dan kaya. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama, yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berdalih bahwa nikah muda merupakan tuntunan Nabi SAW yang patut ditiru. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi SAW tidak permah mendorong dan menganjurkna untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Akad pernikahan antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia pernikahan dengan alas an sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: pernikahan tersebut merupakan perintah dari Allah SAW sebagaimana sabda Rasul SAW, ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali, Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Rasul SAW sendiri sebenarnya tidak berniat untuk berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili oleh Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul SAW, di mana mereka melihat betapa Rasul SAW setelah wafatnya Sayidah Khadijah RA istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Pernikahan Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah kewanitaan yang banyak para kaum perempuan bertanya kepada Nabi SAW melalui Sayidah Aisyah RA. Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah RA sehingga beliau menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; Masyarakat Islam (Hijaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. Walaupun terdapat nikah muda namun secara pisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. Kita tidak memperpanjang masalah pernikahan ideal dan indah antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah, jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia, namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung pernikahan usia muda (di bawah umur) tersebut, apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental, hak-hak anak, psikis dan pisik terutama pihak wanitanya, dan juga kebiasaan dalam masyarakat, dengan dalih bahwa toh agama Islam sendiri tidak melarang. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata, namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. Dalam masalah pernikahan ini, Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah pernikahan. Yang diminta adalah kematangan kedua belah dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga adanya saling take and give, berbagi rasa, saling curhat dan menasehati antara kedua belah pihak suami istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa pernikahan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Juga tentang Usia Pernikahan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga pernikahan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No. 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon isteri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam undang-undang pernikahan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan undang-undang Indonesia. Suriah, umpamanya menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk wanitanya jika sudah berusia 16 tahun (Undang-undang Pernikahan Suriah, pasal 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat oleh undang-udang hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak khususnya para da’i serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat, papatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghidarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan (omongan negatif) dalam masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sama sekali tidak mengklaim batalnya atau tidak sahnya pernikahan usia muda, penulis hanya menekankankan bahwa agama Islam tidak mendorong hal tersebut dengan berbagai alasan yang telah dikemukakan di atas!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Penulis tinggal di Damaskus, Suriah&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-3422905994321378014?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/3422905994321378014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=3422905994321378014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3422905994321378014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3422905994321378014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/nikah-muda-dalam-pandangan-fiqih.html' title='Nikah Muda Dalam Pandangan Fiqih'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-7880563255815092085</id><published>2008-11-17T17:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T17:39:09.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>Nikah Muda, Memperpanjang Usia Anak</title><content type='html'>Apakah Anda mempunyai peluang hidup lebih dari 100 tahun? Tanyakan kepada ibu, berapa usianya saat mengandung Anda.&lt;br /&gt;Menurut riset yang pernah dilakukan oleh para peneliti di Amerika, usia ibu saat melahirkan ikut mempengaruhi sejauh mana peluang panjang atau pendek umur anaknya kelak. Tim peneliti dari Universitas Chicago, AS, menemukan, orang yang dilahirkan saat ibunya berusia kurang dari 25 tahun cenderung berusia hingga 100 tahun atau lebih. Peluangnya dua kali lipat dibandingkan orang-orang yang dilahirkan saat ibunya berusia diatas 25 tahun. Studi ini dilakukan terhadap 198 orang AS yang mempunyai usia lebih dari 100 tahun. Mereka ternyata lahir antara tahun 1890-1893. Orang yang panjang usianya lebih dari 100 tahun itu pada umumnya merupakan anak pertama. Setelah dilakukan analisa lebih mendalam, para peneliti di AS menyimpulkan bahwa kecenderungan tersebut ternyata erat kaitannya dengan kenyataan bahwa anak-anak pertama yang dilahirkan pada saat ibunya baru berusia 20 tahunan. Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan masyarakat gerontologi (Ilmu Usia Lanjut) AS, Minggu (19/11). Sebelumnya hasil penelitian yang didanai National Institute on Aging and the Society of Actuaries ini telah dipaparkan pada pertemuan Asosiasi Populasi AS, April 2006. Data Biro Sensus AS menunjukkan jumlah orang yang berusia diatas 100 tahun disana meningkat dari 37 ribu menjadi 55 ribu dari tahun 1990 ke 2000. Nas asal anda tahu bahwa dari data tersebut, ternyata wanita mempunyai peluang tiga sampai lima kali lebih besar untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan dengan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walahualam ...... Allah yang menentukan umur manusia......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-7880563255815092085?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/7880563255815092085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=7880563255815092085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/7880563255815092085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/7880563255815092085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/nikah-muda-memperpanjang-usia-anak.html' title='Nikah Muda, Memperpanjang Usia Anak'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-3441603688771408639</id><published>2008-11-11T17:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T00:46:41.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Melatih Anak Manjadi Mandiri</title><content type='html'>Mandiri ..... itulah yang akan dialami oleh anak kita kelak. Seperti kita waktu kecil masih diasuh oleh orangtua setelah dewasa kita harus berusaha sendiri untuk menghidupi diri kita dan keluarga kita. Siapkah anak anda untuk Mandiri ...? Mungkin tips berikut bisa membantu anda untuk melatih anak menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang setuju bahwa dunia anak-anak memang dunia yang sangat menyenangkan, namun sebagai orangtua tentunya kita tidak boleh memaksakan begitu saja kehendak kita dalam memberikan pendidikan kepada anak. Ada beberapa tips untuk melatih anak agar menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesempatan. Berilah anak kesempatan untuk memilih. Anak yang sudah terbiasa berhadapan dengan situasi yang telah ditentukan oleh orang lain, biasanya akan malas melakukan pilihan sendiri alias tidak kreatif. Namun sebaliknya bila mereka terbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, ia akan terlatih dalam mengambil keputusan sendiri bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hargai. Hargailah upaya mereka. Hargailah sekecil apapun usaha yang diperlihatkan anak untuk mengatasi sendiri kesulitan yang dihadapi, hal ini akan mendorongnya untuk melakukan sendiri hal-hal kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyak bertanya. Hindari banyak bertanya. Anak yg baru kembali dari sekolah misalnya, akan dengan mudah menjadi kesal bila dibombardir dengan serangkaian pertanyaan seperti, belajar apa saja di sekolah?, ada PR apa ? bisa gak ulangan hariannya ? dan serangkaian pertanyaan lainnya . Sebaliknya, anak akan senang dan merasa diterima apabila disambut dengan kalimat pendek :Hallo anak bunda sudah pulang sekolah!” Kalaupun ada hal-hal yang ingin ia ceritakan, umumnya anak dengan sendirinya akan menceritakan pada orang tua, tanpa harus di dorong-dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjawab Pertanyaan. Jangan langsung menjawab pertanyaan. Meskipun salah satu tugas orang tua adalah memberi informasi serta pengetahuan yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Berikan kesempatan padanya untuk menjawab pertanyaan tesebut, dan tugas orangtua adalah untuk mengkoreksi dan mengarahkannya apabila salah menjawab atau berikan penghargaan kalau ia benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melihat Alternatif. Dorong anak untuk melihat setiap alternatif dari masalah yang timbul. Dengah demikian anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua, yang bukan tidak mungkin kelak justru akan menyulitkan dirinya sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan patahkan semangatnya. Anak yang sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong terus untuk melakukannya. Jangan sekali-kali membuatnya kehilangan motivasi mengenai sesuatu yang ingin dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Jangan sekali-kali menghina atau merendahkan anak. Kadang orang tua yang sedang emosi tanpa disadari mengeluarkan kata2 "bodoh kamu", "si anu lebih pintar dari kamu", "gimana sih begitu saja tidak bisa" kata-kata tersebut dapat membuat anak menjadi demotivasi dan merasa rendah diri. Sebaiknya gunakan kata-kata seperti "kalau kamu pasti bisa dengan berlatih dan belajar", "si anu memang lebih pinter dalam bidang matematika tetapi kamu lebih pintar dalam bidang bahasa daripada si anu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-3441603688771408639?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/3441603688771408639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=3441603688771408639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3441603688771408639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3441603688771408639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/melatih-anak-manjadi-mandiri.html' title='Melatih Anak Manjadi Mandiri'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-8103788676252984246</id><published>2008-11-11T17:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T17:33:29.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Penanaman Disiplin Kepada Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRoyUS7vAOI/AAAAAAAAAGU/MKSzcAGRVE8/s1600-h/10492prasekolah01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267578038424371426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRoyUS7vAOI/AAAAAAAAAGU/MKSzcAGRVE8/s200/10492prasekolah01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Balita Anda. &lt;/em&gt;Penanaman disiplin memang harus konsisten. Namun, bagaimana kalau anak malah jadi tidak fleksibel? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tertib dalam memberlakukan kebiasaan pada anak adalah baik. Hal-hal yang bisa (biasa) dilakukan oleh para orangtua antara lain setiap pulang dari bepergian atau habis main dari luar rumah, anak harus cuci kaki, tangan, dan muka, lalu ganti baju. Makan dan minum pun juga harus memakai piring dan gelas khusus milik mereka sendiri. Harapan sewtiap orang tua hal tersebut dapat menanamkan disiplin dan kebiasaan yang baik sejak anak masih kecil. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Balita Anda. &lt;/em&gt;Yang menjadi masalah, tanpa disadari, ternyata rutinitas tersebut ternyata malah dapat membuat anak menjadi enggak fleksibel. Anak bisa menjadi marah-marah bila rutinitas tersebut tidak dijalankan. Misalnya pada ganti baju biasanya buka baju dulu baru kemudian celana , tetapi kadang orangtua/pembantu buru-buru dan yang pakaian yang dilepaskan celannya dulu, ini kadang dapat menimbulkan protes anak dimana dia ingin bajunya dilepaskan dulu baru celana kemudian pagi, pernah saya membantu si kecil melepaskan pakaiannya sebelum mandi, walaupun kadang sudah dijelaskan namun tetap saja si anak tidak mau mengerti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;PENDAPAT PAKAR&lt;br /&gt;Yelia Dini Puspita, M.Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan UI. Menurutnya, banyak kasus diatas yang dialami oleh orang tua dan anak. Alasannya, sebagian anak usia prasekolah mulai menguasai berbagai aktivitas tertentu yang terbentuk melalui proses pembiasaan. Sikap kaku terhadap suatu kebiasaan wajar terjadi sampai usia sekitar 4 tahun. "Kebiasaan atau ritual yang kaku itu umumnya berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti ritual makan, berpakaian, dan mandi. Namun juga bisa meluas pada kebiasaan bermain maupun mengatur benda-benda miliknya," kata Yelia.&lt;br /&gt;"Memang, penerapan disiplin dari orangtua yang bersifat kaku, bisa menjadi penyebabnya. Segala rutinitas harus dilakukan dengan prosedur tertentu, baik dalam waktu maupun cara pelaksanaannya. Hal tersebut membentuk kebiasaan yang kuat pada anak dan diadopsi olehnya sehingga menimbulkan tingkah laku ritual yang kaku pula. Tanpa disadari, anak sudah telanjur nyaman dengan tata cara yang berulang, bersifat rutin, dan dapat diprediksi. Perhatian khusus perlu diberikan jika selewat usia 4 tahun, anak masih sangat kaku pada tata cara tertentu dalam beraktivitas. Kalau dibiarkan, ia dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak fleksibel dalam menghadapi berbagai hal," jawab Yelia.&lt;br /&gt;"Apakah ada penyebab yang lain ?"&lt;br /&gt;"Biasanya hal ini juga berkaitan dengan karakter anak. Anak-anak yang mengarah pada karakter perfeksionis, umumnya melakukan segala sesuatu sesuai dengan prosedur atau ritual dan tahapan yang relatif sama agar mendapatkan hasil yang ‘sempurna’ baginya, sehingga akhirnya terbentuklah tingkah laku ritual yang kaku pada anak."&lt;br /&gt;"Mencari perhatian ayah bundanya?"&lt;br /&gt;"Mungkin sekali, karena anak sangat menikmati perhatian dari orangtuanya. Kalau yang ini mudah sekali terlihat karena terjadinya hanya di saat-saat tertentu saja. Misal, ketika ibu atau ayahnya ada waktu untuk menemaninya mandi, bermain, dan lainnya. Sebab lainnya berkaitan dengan pola pikir yang rigid atau kaku dan adanya tindakan yang bersifat repetitif atau berulang. Umumnya dialami oleh anak dengan gangguan perkembangan, semisal autisma. Tentu saja anak seperti ini perlu penanganan khusus untuk menanggulanginya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SISI POSITIF DAN NEGATIF&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Balita Anda. &lt;/em&gt;Sebenarnya, kata Yelia, perilaku anak tersebut masih wajar-wajar saja, selama tidak sampai menyusahkan. "Umumnya, semakin bertambah usia anak, maka keterampilan sosialnya juga akan bertambah, sehingga kebiasaan yang kaku ini semakin lama semakin berkurang dan akan menghilang dengan sendirinya tanpa intervensi khusus. Kecuali pada anak yang memang mengalami gangguan perkembangan."&lt;br /&gt;Akan tetapi, lanjut Yelia, bukan berarti orangtua tak perlu membantu. "Kebiasaan kaku ini akan berangsur berkurang hanya bila tidak mendapatkan penguatan dari lingkungan. Jika orangtua justru memperkuat kebiasaan yang kaku tersebut, entah dengan membiarkan, selalu menuruti keinginan anak, maupun tidak memberikan penjelasan pada si anak, maka kebiasaan kaku tersebut akan tampil lebih kuat."&lt;br /&gt;Kerugiannya, sikap kaku yang berlebihan tanpa disertai fleksibilitas akan menyulitkan anak dalam beradaptasi dengan hal-hal baru. Hal ini juga menghambatnya dalam berinteraksi sosial dengan orang lain. Namun, bukan berarti menanamkan kebiasaan secara teratur itu salah. Buah positifnya juga ada. Antara lain, anak dapat mengembangkan disiplin dan keteraturan dalam bertindak, serta terbiasa melakukan perencanaan. Lebih jauh lagi, anak dapat melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang mungkin akan terjadi. Karenanya, orangtua pandai-pandailah mengatur ritme penerapan aturan dan bersikap fleksibel di saat-saat darurat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;VARIASI MENJADI SALAH SATU SOLUSINYA,&lt;br /&gt;"Bagaimana bila orang tua sudah telanjur, menerapkan rutinitas diatas ?"&lt;br /&gt;"Orangtua harus peka terhadap kebutuhan dan karakter anaknya, ini yang pertama. Peka terhadap kebutuhan, antara lain dengan mengenali alasan yang menyebabkan anak melakukan tindakan tersebut. Orangtua harus berusaha untuk memahami karakter dan pola tingkah laku anak, serta proses pembiasaan yang terjadi. Kemudian berusaha berempati dan tidak memaksanya mengubah kebiasaan. Dukungan serta sikap yang konsisten lebih diperlukan anak agar merasa lebih aman, sehingga dapat membentuk rasa percaya diri dan pada akhirnya tindakan ritual tersebut akan hilang dengan sendirinya. Kalau memang karakternya perfeksionis, maka anak perlu dipersiapkan dalam menghadapi segala aktivitasnya, terutama yang di luar kebiasaan. Beritahukan atau jelaskan terlebih dahulu apa yang akan terjadi atau dilakukan oleh si anak di luar dari kebiasaannya itu," kata Yelia.&lt;br /&gt;Sebetulnya, anak-anak yang memang mudah menyesuaikan diri biasanya tak terlalu terganggu bila melakukan rutinitas di luar jalurnya. Dalam kondisi terburu-buru, tak masalah jika handuknya dipakai terbalik, atau jika dibantu dipakaikan sepatunya sebelah kiri dulu padahal biasanya kanan. "Anak seperti ini dapat dengan cepat mengatasinya. Bahkan, beberapa anak justru merasa senang dan tertarik menghadapi ‘hal baru’ tersebut," lanjut Yelia.&lt;br /&gt;"Fleksibel bukan berarti berubah-ubah. Fleksibel adalah kemampuan beradaptasi secara cepat terhadap perubahan yang terjadi," tambahnya segera. "Bagaimanapun, dalam menerapkan disiplin, orangtua harus tetap konsisten. Kalau tidak konsisten atau berubah-ubah justru dapat menimbulkan kebingungan dan membuat anak merasa tidak nyaman. Hanya saja dalam pembiasaan yang konsisten tersebut selipkan juga variasi ritual yang dapat orangtua berikan dalam momen-momen tertentu. Sesekali, ajaklah anak makan sambil piknik di halaman. Tapi kalau anak tidak mau, ya jangan dipaksa. Biarkan saja dia tetap melakukan ritualnya sambil diberikan penjelasan mengenai variasi ritual yang bisa ia lakukan. Selain itu, orangtua juga perlu introspeksi akan sikapnya selama ini apakah dalam penerapan disiplin bersifat kaku ataukah cukup fleksibel."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sedangkan bila penyebabnya adalah si anak cari perhatian, menurut Yelia, kembali lagi orangtua perlu peka terhadap kebutuhan anak. Selain juga perlu ditelaah apakah cari perhatian tersebut mengarah pada kurangnya kebersamaan dengan anak, atau merupakan aksi protes anak terhadap penerapan disiplin yang dilakukan orangtua. Ada baiknya orangtua melakukan introspeksi, kemudian memperbaiki diri serta memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Balita Anda. &lt;/em&gt;Nah para orang tua jangan kaku dalam menerapkan disiplin kepada anak, variasi dalam penerapan disiplin dan kebiasaan, sangat membantu pola pikir anak bahwa disiplin tidak berarti harus kaku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Disadur dari :Tabloid Nakita&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-8103788676252984246?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/8103788676252984246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=8103788676252984246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8103788676252984246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8103788676252984246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/penanaman-disiplin-kepada-anak.html' title='Penanaman Disiplin Kepada Anak'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRoyUS7vAOI/AAAAAAAAAGU/MKSzcAGRVE8/s72-c/10492prasekolah01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-312340493033691491</id><published>2008-11-05T17:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T18:16:36.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Biografi Singkat Barack Obama</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJLgQ10WCI/AAAAAAAAAGE/Q0OQzemYWz8/s1600-h/Barack_O2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265353931998124066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJLgQ10WCI/AAAAAAAAAGE/Q0OQzemYWz8/s200/Barack_O2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemilihan presiden di Amerika lahir dari sejarah 200-an tahun Sebuah drama politik yang melelahkan, dan telah menjadi “buku panduan” dalam kegiatan pemilihan presiden di negara-negara lainnya. Hasilnya, mau tak mau diakui, akan berpengaruh bagi hidup banyak warga bangsa lainnya. Ada yang membedakan proses pemilihan presiden Amerika tahun ini dibandingkan periode-periode sebelumnya. Tahun ini, pemilihan presiden Amerika Serikat menjadi semakin populer dan menjadi perhatian oleh banyak orang dari berbagai golongan dan kelas: mulai dari warga anak kecil di Kenya sampai tante-tante di Tegal, dari Hawai sampai Munich . Pemicunya tak lain adalah seorang kandidat berkulit hitam yaitu Barack Obama. Obama bagi banyak golongan merupakan simbol sekaligus cermin dan juga fenomena.&lt;br /&gt;Obama adalah manusia abu-abu, lahir dan besar dalam persimpangan budaya yang membuat dirinya kesulitan dalam mencari jatidiri di awal masa hidupnya. Anak dari seorang Kenya berkulit hitam legam dan ibu Amerika berkulit seputih susu, yang dibesarkan secara sederhana dalam budaya kulit putih namun memilih untuk mengidentifikasi dirinya sebagai seorang laki-laki kulit hitam. Sejak kecil hanya bermimpi menjadi pemain basket profesional di NBA, dan berlabuh menjadi politisi papan atas. Sebuah biografi yang tak lazim bagi seorang kandidat presiden Amerika (dimana kecurigaan dan luka akibat politik segregasi warna kulit dimasa lalu belumlah sembuh), sekaligus biografi yang menginspirasi banyak orang.&lt;br /&gt;Keabu-abuan ini sempat menjadikan Obama menjadi sasaran tembak bagi lawan politiknya, dari tuduhan Obama pernah mengenyam pendidikan di Madrasah, Obama tidak lahir di tanah Amerika sampai Obama adalah sosialis. Namun kejelian seorang Obama dalam memanfaatkan biografi dirinya adalah sebagai bukti kehebatan demokrasi di AS (Obama sering mengungkapkan: “apa yang bisa saya capai hanya bisa terjadi di negara ini, tidak di manapun”), kemampuannya memahami keinginan publik serta memformulasikan mantra perubahan dalam cara berpolitik membuatnya bisa mengarungi kerasnya jagat politik di AS. Muncul sebagai kandidat terpilih dari Partai Demokrat dengan terlebih dahulu merontokkan mesin politik kelas kakap milik dinasti Clinton, setelah pertarungan panjang dan melelahkan selama 8 bulan.&lt;br /&gt;Kampanye melawan kandidat Partai Republik, John McCain, jelas bukan hal yang mudah baginya. McCain adalah figur pahlawan dalam ranah politik AS, seorang veteran perang dari keturunan dinasti pembesar Angkatan laut AS (ayah dan kakek McCain adalah admiral), pernah mendekam dipenjara Vietkong dan menerima siksaan komunis Vietnam selama lima tahun. Obama yang relatif jauh lebih muda (47 tahun, Mc Cain 72 tahun) dan minim pengalaman politik (McCain telah menjadi anggota konggres AS sejak 26 tahun lalu). Namun sekali lagi Barack Obama berhasil melalui tantangan didepannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cara kampanye Obama sejak awal telah mengubah peta dan strategi politik di AS. Kemampuannya mengeksploitasi teknologi dengan memaksimalkan potensi jaringan internet dan telepon selular sebagai basis jaringan kampanyenya menjadikannya sebagai kandidat dengan total sumbangan kampanye terbesar sepanjang masa ( 600-an Juta Dolar). Organisasi lapangan yang rapih dan tanpa lelah membuat pemilihan presiden 2008 sebagai pemilihan presiden dengan tingkat partisipasi terbesar yang pernah ada ( %), dan menjadikan daerah yang secara tradisional selalu berpihak pada Partai Republik mengubah haluan. Kemampuannya menampilkan citra pembaharu menginspirasi kaum muda serta menjadikan McCain layaknya tokoh tua yang mulai pikun. Kelihaiannya mengeksploitasi krisis finansial dan kemerosotan ekonomi AS di dunia menjadi senjata yang mematikan yang melumpuhkan John McCain. Pembawaan yang kalem dan matang juga membuat pengalaman dan status pahlawan yang disandang McCain seolah lenyap begitu saja.&lt;br /&gt;Rakyat Amerika telah memilih dan mempercayai seorang presiden kulit hitam pertama dalam sejarah mereka. Barack Obama menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat, menjadi pemimpin negara adidaya tunggal yang sedang dirongrong krisis ekonomi dan perang yang tak berkesudahan. Obama mengakhiri kampanye panjangnya selama 22 bulan sebagai pemenang. Seorang tokoh yang lahir dalam persimpangan budaya dunia telah muncul, dan dunia akan menantikan sejauh apa pencapaiannya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Disadur dari : Kata-kata.com&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-312340493033691491?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/312340493033691491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=312340493033691491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/312340493033691491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/312340493033691491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/pemilihan-presiden-di-amerika-lahir.html' title='Biografi Singkat Barack Obama'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJLgQ10WCI/AAAAAAAAAGE/Q0OQzemYWz8/s72-c/Barack_O2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-1207041077774330107</id><published>2008-11-05T17:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T17:39:40.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Barack Obama, bocah kecil yang membuktikan cita-citanya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJIclIsFbI/AAAAAAAAAF8/UF-IYOEl2eA/s1600-h/Barack_obama.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265350570191623602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJIclIsFbI/AAAAAAAAAF8/UF-IYOEl2eA/s200/Barack_obama.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika Sri Murtiningsih menanyakan cita-cita kepada murid-murid kelas III, ada yang ingin menjadi dokter, pilot, atau insinyur. Lalu, seorang bocah berambut keriting mengacungkan tangan. Dia menjawab ingin menjadi presiden.Kini, 40 tahun kemudian, bocah berambut kriting itu benar-benar telah membuktikan cita-citanya . Dialah Barack Obama AS, presiden berkulit hitam pertama, terpilih pada pemilihan tanggal 04/11/2008 . Dengan memenangi 338 daerah pemilihan mengalahkan kandidat John Mc.Cain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama. Banyak yang percaya pengalaman internasional Obama bisa membantu memperbaiki citra buruk yang kini disandang AS. Dalam beberapa jajak pendapat terakhir, 70 negara berharap Obama terpilih menjadi presiden AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama. Cita-cita, sekali lagi cita-cita adalah sangat penting bagi anak. Jangan batasi apalagi memaksakan cita-cita anak. Biarkan mereka menentukan sendiri cita-cita, karena cita-cita mereka tentunya adalah apa yang mereka sukai. Pada usia balita s/d remaja mereka dengan tulus dan polos akan mengemukakan apa yang ia sukai menjadi cita-cita. Bagaimana Obama bisa menjadi orang nomor 1 di negara adidaya ini ? Sekali lagi karena cita-cita dan kemauan yang kuat. Bagaimana seorang bocah kecil ini yang gemar menggambar tokoh-tokoh superhero dapat merealisasikan cita-citanya ? Dorongan orang tua juga sangat penting, jangan pernah meremehkan atau mentertawai cita-cita yang dilontarkan oleh anak kita. Tanyakan saja apa yang akan kamu lakukan untuk meraih cita-cita itu, bimbing dan arahkan mereka (sekali lagi arahkan dan bukan paksakan) ke jalan dimana cita-cita itu bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila anak anda bercita-cita menjadi IR, Dr, Pedagang, Guru, Pengusaha, President jangan remehkan mereka .......... ternyata mereka bisa !!!!!!!!&lt;br /&gt;Selamat Mr.President Obama ... semoga anda bisa menjadi inspirasi .... anak-anak kami, anak-anak Indonesia ..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Multa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-1207041077774330107?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/1207041077774330107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=1207041077774330107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/1207041077774330107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/1207041077774330107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/11/barack-obama-bocah-kecil-yang-nyata.html' title='Barack Obama, bocah kecil yang membuktikan cita-citanya'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JxGb6zosBuI/SRJIclIsFbI/AAAAAAAAAF8/UF-IYOEl2eA/s72-c/Barack_obama.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-5265328321642556980</id><published>2008-10-21T02:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T02:59:42.773-07:00</updated><title type='text'>TOMAT DONGKRAK NAFSU MAKAN ANAK</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tomat. &lt;/em&gt;Nafsu makan anak yang rendah sering membuat orangtua menjadi resah. Apakah gara-gara makanannya kurang enak? Mungkin saja. Atau mood makan si anak lagi kacau? Bisa jadi juga. Namun kalau ogah makan itu berlangsung lama, tentu bukan alasan makanan atau mood-nya yang jadi masalah. Untuk yang seperti ini , intervensi obat traditional seperti lempuyang wangi, temulawak, temuhitam, atau jus tomat bisa jadi jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Lucie Widowati, staf Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional, Depkes, di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ogah makan memang bikin geram. “Sudah capek-capek masak, pas disuruh makan, jawabnya cuma ogah dan ogah,” bilang Astrid, ibu muda, sambil memandangi putranya yang berusia tujuh tahun. “Sudah saya bawa ke dokter, tapi tetap enggak ada perubahan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Padahal, dalam masa pertumbuhan, anak-anak butuh nutrisi sumber energi (semisal karbohidrat dan lemak) yang cukup agar lancar melakukan banyak aktivitas. Selain itu, mereka juga butuh vitamin, mineral, dan serat, semuanya penting untuk menjaga kesehatan. Makanan yang disuguhkan ibunda di rumah setidaknya mengandung satu unsur nutrisi serta sejumlah vitamin, mineral, dan serat. Gabungan unsur-unsur itulah yang sering disebut dengan gizi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tomat. &lt;/em&gt;Nah, yang membuat Astrid pusing, Aldo, anaknya, lebih suka makan permen ketimbang makanan bergizi yang disediakan di rumah. “Lihat, badannya lebih kurus ketimbang teman-teman sebayanya yang montok-montok,” keluh karyawati sebuah Bank di bilangan Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta, itu. Nada bicaranya seperti orang putus asa. “Omong-omong, kamu pernah mencoba jalur alternatif, enggak?” tanya Maria, rekan kerjanya tiba-tiba.&lt;br /&gt;Karena efek sampinganSebagai “ibu modern”, Astrid agak gelagapan waktu ditanya soal “jalur alternatif” buat mengobati anak yang susah makan. “Memangnya ada?” sergahnya. Kepada Maria, dia mengaku selama ini lebih sering pergi ke dokter untuk meminta saran. “Dokter biasanya memberi ‘obat’ penambah nafsu makan. Tapi sampai saat ini, efeknya masih belum seperti yang saya harapkan,” jelas Astrid lagi.&lt;br /&gt;Astrid mungkin kurang memahami, khasiat “penambah nafsu makan” dalam obat-obatan konvensional sebenarnya lebih merupakan efek sampingan. Khasiat utamanya, ya lain lagi. Katakanlah obat dari golongan cyproheptadin, sebetulnya merupakan obat antialergi atau antihistamin, tapi salah satu efek sampingannya memang bisa meningkatkan nafsu makan. Ada juga obat anabolik yang mengandung hormon, dan berpotensi menyebabkan pembesaran otot dan penambahan bobot badan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tomat. &lt;/em&gt;Meski sering digunakan untuk merangsang pertumbuhan anak, anabolik mempunyai efek sampingan. Obat-obat itu pula yang kerap disalahgunakan oleh sementara orang sebagai obat “penambah nafsu makan”. Jenis obat konvensional lain yang juga sering diberikan untuk mendongkrak kemauan anak makan adalah vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan beberapa suplemen makanan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada dua hal yang dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makannya. Pertama, secara fisiologis, yakni anak menderita penyakit tertentu. Misalnya, seriawan, demam, anemia, dan sebagainya. Namun nafsu makan akan pulih kembali setelah penyakitnya sembuh.&lt;br /&gt;Penyebab kedua, persoalan psikis, biasa disebut &lt;em&gt;anoreksia nervosa&lt;/em&gt;. Gejala ini umunya muncul akibat kondisi psikis si anak, seperti keadaan yang hendak berangkat remaja sehingga anak ta-kut gemuk di tengah teman gaulnya yang rata-rata kerempeng, atau adanya gangguan emosional tertentu sehingga anak tergerak menjauhi makanan. Hilangnya nafsu dan keinginan untuk makan jenis ini sering diiringi berkurangnya berat badan.&lt;br /&gt;Jika memang masalah psikis yang memicu persoalan, hanya perbaikan kondisi psikis pula yang dapat membangkitkan kembali nafsu makan yang pergi entah ke mana.&lt;br /&gt;Campur madu“Tadi kamu menyebut-nyebut soal resep alternatif. Maksudnya apa?” tanya Astrid, cukup mengagetkan Maria. “Masak kamu enggak tahu. Itu lo, resep tradisional yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.” Beberapa tanaman obat dan rempah-rempah yang ada di dapur, secara empiris memang dapat digunakan sebagai penambah nafsu makan. “Kalau tidak pernah membuat sendiri, cari tahu pada si mbok penjual jamu,” tambahnya.&lt;br /&gt;Maria cuma geleng-geleng kepala. Astrid memang sudah terlalu lama tinggal di kota, sehingga lupa pada tanaman obat yang dulu sering ditanam ibunya di pekarangan. Dengan tanaman obat itu, si ibu dapat meramu sendiri obat penambah nafsu makan anaknya, tanpa harus berurusan dengan penjual jamu. Tentu saja dengan sedikit modifikasi. Misalnya, untuk mengurangi rasa pahit, jamu diberikan pada anak dengan mencampurkan madu di dalamnya.&lt;br /&gt;Tumbuhan-tumbuhan yang bisa dimanfaatkan, salah satunya lempuyang wangi. Cara mengolahnya gampang. Ambil rimpang lempuyang wangi kira-kira seukuran 3/4 jari, kemudian cuci pakai air bersih. Setelah itu, parut dan beri air masak 3/4 cangkir. Jangan lupa, tambahkan madu satu sendok makan. Hasil parutan itu kemudian diperas dan disaring, terus diminum satu kali sehari. Tanpa pakai alat cekok, anak pasti suka, karena rasa pahitnya sudah jauh berkurang.&lt;br /&gt;Selain lempuyang wangi, temulawak pun bisa dimanfaatkan menjadi ramuan penambah nafsu makan bocah, terutama balita. Temukan rimpang temulawak kira-kira yang berukuran 1/2 jari, lantas dicuci bersih. Usai dicuci, parut, dan beri air masak dua sendok makan, plus madu satu sendok makan. Lagi-lagi, setelah diparut, ramuan diperas dan disaring, kemudian diminum satu kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tomat. &lt;/em&gt;Jika tak berhasil mendapatkan lempuyang dan temulawak, cobalah dengan temuhitam. Potong rimpang temuhitam kira-kira seukuran 3/4 jari. Agar rasanya lebih enak, campur dengan gula aren, lalu cuci dengan air bersih dan rebus sampai mendidih dengan tiga gelas makan (sampai airnya tinggal 3/4 saja). Setelah dingin, larutan tadi disaring. Persilakan bocah tersayang meminumnya satu kali sehari.&lt;br /&gt;Masih terasa pahitnyaBukan hanya tumbuhan yang secara tradisional dikenal sebagai tanaman obat yang bisa dimanfaatkan. Tanaman buah yang sangat dikenal, seperti pepaya pun dapat didayagunakan. Ambil daun pepaya yang agak muda dan segar, kemudian cuci pakai air bersih. Lalu tumbuk sampai halus, dan beri air masak sekitar 3/4 cangkir. Tambahkan madu satu sendok makan, lantas peras dan saring. Sama seperti ramuan sebelumnya, minum satu kali sehari.&lt;br /&gt;Tak suka daun pepaya, dapatkan daun sembung. Untuk memanfaatkannya, ambil daun sem-bung sekitar satu genggam. Kemudian cuci dan rebus dengan air sebanyak tiga gelas makan, sampai airnya tersisa 3/4 saja. Tunggu sampai ramuan dingin, setelah itu saring dan minumkan pada anak, tentu setelah sebelumnya dicampur dengan madu secukupnya. Untuk menghasilkan manfaat lebih maksimal, sebaiknya diminum dua kali sehari.&lt;br /&gt;Masih banyak tanaman yang bisa didaftar sebagai ramuan penambah nafsu makan, seperti brotowali, kina, serbuk biji mahoni yang semuanya berasa sangat pahit. Rasa pahit yang ditimbulkan tanaman-tanaman di atas menjadi kendala tersendiri jika hendak diberikan pada anak. Walaupun sudah diberi madu, kadang rasa pahitnya masih terasa. Itu sebabnya, tanaman-tanaman tertentu belum diuji-cobakan pada anak-anak.&lt;br /&gt;Pegagan misalnya. Secara empiris, tumbuhan bernama latin Centella aciatica itu juga berpo-tensi merangsang nafsu makan. Untuk keperluan itu, pegagan bahkan sudah diujicobakan pada tikus kecil (mencit). Hasilnya, berat badan sang mencit terbukti meningkat (penelitian Yun Astuti). Setidaknya, jika dibandingkan dengan mencit yang tidak diberi pegagan, pada periode yang bersamaan.&lt;br /&gt;Sebagai ramuan nafsu makan orang dewasa, pegagan biasanya dicampur dengan bahan-bahan lain. Sebanyak 20 g pegagan dicampur dengan 20 g temuhitam, ditambah 1/2 sendok teh adas, dan gula aren secukupnya, dicuci, direbus dengan 400 cc air hingga airnya tersisa 200 cc, lalu disaring. Setelah itu, airnya siap diminum. Tapi sekali lagi harap dicatat, takaran tadi untuk orang dewasa.&lt;br /&gt;Jika tumbuhan-tumbuhan yang dari sononya ditakdirkan pahit itu tetap dijejalkan ke mulut anak, si buyung bisa mengalami trauma. Lama-kelamaan, anak akan membenci jamu dan lari terbirit-birit begitu melihat si mbok penjual jamu. Makanya, selain tanaman yang berasal dari kebun obat atau rempah-rempah yang ada di dapur, penambah nafsu makan yang dapat disajikan dengan lebih menarik perlu dipikirkan. Salah satunya, jus tomat.&lt;br /&gt;Memang, rasa tomat agak masam. Hal itu karena tomat kaya akan garam mineral, yang dengan segera menerbitkan nafsu makan, tak lama setelah menyantapnya. Mineral-mineral ini juga merangsang pengeluaran air liur, yang menambah rasa lapar dan memungkinkan makanan dicerna dengan lebih baik.&lt;br /&gt;Nah, dengan ramuan yang lebih bervariasi, maka si buyung pasti tak akan menyadari bahwa nafsu makannya sedang dipacu. Perlu diingat, jika nafsu makan si anak sudah kembali normal, berikan ramuan-ramuan tadi secara teratur, mulai dari seminggu sekali sampai sebulan sekali, tetap dianjurkan. Jangan seperti Astrid, anak sudah kurus kering, baru kasak-kusuk mencari obat mujarab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : Intisari&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-5265328321642556980?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/5265328321642556980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=5265328321642556980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5265328321642556980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5265328321642556980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/10/tomat-dongkrak-nafsu-makan-anak.html' title='TOMAT DONGKRAK NAFSU MAKAN ANAK'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-6333065156826040908</id><published>2008-10-16T02:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T02:33:54.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>Pengaruh Buruk Tayangan Sinetron bagi Anak</title><content type='html'>Tayangan televisi turut berperan dalam proses pembentukan nilai-nilai yang dianut remaja. Tanpa disadari, banyaknya tayangan sinetron remaja yang mempertontonkan kekerasan, sadisme, kebencian dan gaya hidup konsumtif, telah menimbulkan pengaruh buruk pada kalangan remaja, sesuai dengan tahapan perkembangan psikologi yang tengah membentuk nilai-nilai yang dianutnya.&lt;br /&gt;Menurut Wenny Pahlemy, sinetron remaja saat ini telah menjadi program andalan stasiun televisi menyusul keberhasilan salah satu sinetron remaja yang dapat meraih rating tinggi tahun 2001 lalu. Sinetron Bawang Merah Bawang Putih, misalnya, menempati peringkat ke-3 sinetron yang paling banyak ditonton pada periode 1 Januari sampai Mei 2005. Keberhasilan tersebut mendorong stasiun-stasiun televisi untuk menayangkan lebih banyak lagi sinetron-sinetron remaja, yang amat disesalkan tanpa memperhitungkan soal kualitas dan dampak bagi kalangan anak maupun remaha. Banyak sekali di antara sinetron-sinetron yang mengambil tema-tema negatif, misalnya horo, kekerasan, sadisme, kebencian, permusuhan, dan gaya hidup konsumtif serta hedonis. Ditilik dari segi kuantitas, produksi sinetron remaja juga meningkat cukup tajam. Di tahun 2004, jumlah produksi sinetron remaja adalah 3.883. Sementara, dari Januari hingga Mei 2005, jumlah produksi sinetron remaja sudah mencapai 2.011. Tak Lolos SensorSementara, Titie Said mengakui bahwa banyak sinetron yang tidak melalui sensor Lembaga Sensor Film (LSF) dengan alasan kejar tayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sanksi yang ditentukan sesuai UU No 8/1992 untuk pelanggaran seperti itu dinilai terlalu ringan, yakni hukuman kurung maksimal satu tahun atau denda maksimal Rp 40 juta. “Yang namanya kejar tayang, itu bisa 20 menit sebelum ditayangkan, barangnya masih di jalan. Kapan LSF sempat mensensor?” katanya. Nampaknya LSF sendiri kurang berperan dalam masalah tayangan ini, dimana begitu banyak sinetron yang menurut LSF dikategorikan sebagai tayangan untuk orang dewasa (yang harus ditayangkan setidaknya pukul 22.00 WIB), ternyata kemudian ditayangkan sebagai tontonan untuk anak atau remaja. Yang termasuk dalam kategori ini, antara lain adalah film kartun Sinchan dan sinetron Bawang Merah, Bawang Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Titie, menghadapi pelanggaran-pelanggaran seperti itu, LSF tidak bisa berbuat banyak. Yang dilakukan LSF selama ini hanya mengirim surat teguran kepada pihak yang melanggar. Tindakan yang lebih tegas, lanjut Titie, seharusnya dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena komisi itulah yang memiliki wewenang. Di sisi lain, Arief Rachman menilai upaya penyaringan tontonan tidak akan banyak berhasil bila pada diri si anak sejak dini tidak ditanamkan pengetahuan untuk menyaring informasi yang diterimanya. “Kalau sejak TK, SD anak itu sudah diberi pengetahuan mana yang baik dan mana yang tidak, pada usia remaja dengan sendirinya ia sudah bisa menyaring sendiri tontonan yang baik bagi dirinya,” ujar Arief. Dia menambahkan bahwa film yang baik adalah yang mampu membangkitkan potensi spiritual, emosional dan intelektual si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kita perlu mempertanyakan profesionalisme baik petinggi penyiaran maupun LSF sendiri ? Semoga mereka menyadari, sampai seberapa jauh mereka berperan dalam merusak para anak2/remaja kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatkan anak2 kita dari tayangan yang negatif ini ....... !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-6333065156826040908?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/6333065156826040908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=6333065156826040908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6333065156826040908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6333065156826040908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/10/pengaruh-buruk-tayangan-sinetron-bagi.html' title='Pengaruh Buruk Tayangan Sinetron bagi Anak'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-3141497149417234991</id><published>2008-09-03T00:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T00:27:26.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Gizi Buruk di Tengah Kemegahan Kota</title><content type='html'>Gizi.net - Gizi buruk akan terus berputar di tengah kemiskinan. Tanpa kepedulian pemerintah, warga miskin tak bisa mengubah kualitas hidupnya. Status gizi yang baik sangat diperlukan untuk anak di bawah lima tahun (balita). Pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan otak sangat pesat. Fase-fase pertumbuhan tersebut akan terlewat jika gizi penunjangnya tidak terpenuhi.Pertumbuhan otak balita bisa tidak optimal bila terus kekurangan gizi. Akibatnya, kemampuan berpikirnya terbatas. Jika angka kasus seperti itu sangat tinggi, rantai generasi bisa terputus. Kasus balita kekurangan gizi juga terjadi di Jakarta Barat. Sedikitnya 132 balita di wilayah itu berstatus gizi buruk. Angka tersebut ditemukan melalui survei terhadap delapan kecamatan di Jakarta Barat. ''Kasus gizi buruk lebih banyak disebabkan oleh faktor sosial ekonomi masyarakat,'' ungkap Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Barat, dr Tini Suryanti.Berdasarkan data Sudin Kesehatan Masyarakat Jakarta Barat, dari 2.673 balita yang disurvei 4,9 persen terdiri dari balita berstatus gizi buruk. Dibandingkan pemkot lainnya, Jakarta Barat tergolong paling banyak memiliki balita yang berstatus gizi buruk. Menurut Tini, kenyataan itu tentu sangat mencemaskan. Dia menyarankan ibu yang sedang mengandung mengonsumsi makanan yang bergizi. Lalu, setelah mereka lahir hingga umur lima tahun juga harus tetap mendapatkan suplai makanan yang bergizi. ''Dengan gizi baik yang dihasilkan adalah aset. Namun, jika gizi buruk justru di masa mendatang menjadi beban,'' ujar Tini.Status gizi kurang tersebut dapat dilihat dari hasil kartu menuju sehat (KMS). Balita-balita tersebut memiliki berat badan di bawah garis merah. Artinya, jumlah gizi yang diperoleh masih kurang dibandingkan dengan kebutuhannya.Balita dengan kasus gizi buruk tersebut paling banyak dijumpai di Kecamatan Palmerah. Faktor kekurangan gizi pada balita di kecamatan tersebut lebih dikarenakan oleh kondisi sosial ekonomi masyarakatnya yang masih kurang mampu.Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat juga berpengaruh terhadap konsumsi gizi balita. Makanan bergizi yang seharusnya dikonsumsi balita bukan sekadar makanan mahal. Makanan bergizi dari bahan-bahan nabati pun sangat baik dan tidak terlalu mahal. Namun, faktor kekurangan gizi tersebut masih teratasi dan belum sampai menderita kwasiorkor (busung lapar karena kekurangan protein) dan marasmus (kekurangan kalori). Jika kasus tersebut terjadi maka penanganan selanjutnya tidak hanya melibatkan ahli gizi, tetapi juga diperlukan penanganan langsung dari dokter.Kekurangan gizi ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Penanganan terhadap kasus-kasus kekurangan gizi ditempuh dengan memberikan makanan tambahan bergizi secara gratis kepada balita-balita keluarga miskin.Masyarakat juga harus senantiasa diberi masukan untuk meningkatkan konsumsi gizi pada balita. Dewan kelurahan, kader posyandu, serta lurah juga dilibatkan untuk ikut mengatasi kasus gizi buruk pada masyarakat. ''Pihak aparat desa diharapkan turut mencari program pemecahan masalah gizi,'' kata Tini. Menurutnya, beberapa aparat desa yang terdiri dari lurah, dewan kelurahan, dan para ketua rukun warga (RW) dilibatkan dalam diskusi untuk turut memecahkan permasalahan gizi di wilayahnya. Selain program, aparat desa juga diharapkan turut mencarikan sumber dana pemenuhan kebutuhan gizi. Dekel dan kader diharapkan ikut mengatasi gizi buruk.Optimalkan PosyanduDi Jakarta Barat masih sangat sedikit ibu yang mengantarkan balitanya ke pos pelayanan terpadu (posyandu). Padahal, posyandu merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan gizi balita.Kegiatan rutin yang dilakukan di posyandu diarahkan untuk memantau pertumbuhan balita yang dilakukan melalui kartu menuju sehat (KMS) setiap bulannya. Posyandu juga memberikan konsultasi gizi, pelayanan gizi, serta kesehatan dasar. ''Di posyandu diberikan contoh-contoh makanan sehat untuk balita,'' ujar Tini. Makanan sehat yang dikonsumsi tidak harus mahal.Untuk protein nabati bisa dengan mengonsumsi tahu dan tempe. Kedua jenis makanan ini sangat murah dan bergizi. Gizi balita juga ditunjang dengan makanan pendamping air susu ibu (ASI) untuk anak usia enam hingga 11 bulan. Misalnya, tim ayam, kacang-kacangan, serta sayur.Kekurangan gizi cenderung terjadi saat pemberian ASI berhenti. Hal terburuk dari akibat kekurangan gizi bagi balita adalah terjangkitnya penyakit kwasiorkor dan marasmus. Jika balita terserang kwasiorkor, mengakibatkan anak tak bisa menolak segala jenis penyakit (anoreksia), pembesaran hati disertai infeksi, anemia, dan diare. Jika terserang marasmus balita dapat menderita diare kronik serta mengalami tekanan. Detak dan napas berkurang.Apalagi jika masalah kekurangan gizi terjadi pada ibu hamil. Bukan janin dalam kandungan saja yang ikut terancam kehilangan kualitas kecerdasan, tapi juga anak-anak dalam masa tumbuh-kembang. Terlebih lagi bila masalah ini terjadi di kota besar, seperti Jakarta, yang frekuensi dan volume polusinya sangat besar. Kandungan zat berbahaya, seperti logam berat pada emisi kendaraan, akan terisap oleh si ibu dan mengalir melalui darah menembus ari-ari sebagai barrier. Semua kandungan logam berat tadi mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak ketika janin itu dilahirkan. Timah hitam ikut mencemari sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi anak-anak. Beberapa tahun yang lalu United Nations Environmental Programme (UNEP) menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi nomor tiga di dunia setelah Meksiko dan Bangkok. Bisa dibayangkan betapa parahnya ancaman polutan emisi gas buang di metropolitan ini.Padahal, tanpa harus berhadapan dengan fakta tersebut anak Indonesia sudah tergolong lemah dan memiliki angka kematian tinggi. Berdasar catatan UNICEF, laju tingkat kematian anak Indonesia termasuk tinggi dibanding negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia. Sebagai perbandingan, pada tahun 1997 tingkat kematian anak di Jakarta mencapai 28, di Kalimantan 67, sedangkan di NTB mencapai 81 per seribu kelahiran. Di Thailand 30 dan Malaysia sembilan.Data UNEP lainnya menyebutkan, mayoritas anak Indonesia lebih rentan terserang penyakit dibanding dengan anak dari negara lain. Ini tak lain dipicu masalah kekurangan gizi yang sejak lama menjadi kendala utama pembangunan bangsa. Departemen Kesehatan (Depkes) mencatat pada 1999 ada sekitar delapan persen anak Indonesia kekurangan gizi. Ini artinya ada sekitar 1,8 juta anak balita di seluruh Indonesia menderita malnutrisi. Namun, realitas yang ada di lapangan bisa lebih dari itu.Secara nasional, kasus kurang energi protein (KEP) memang masih tinggi. Kondisinya makin parah karena kasus lain juga muncul, seperti anemia gizi besi, kekurangan yodium, dan kurang vitamin A.Kwasiorkor dan marasmus inilah yang menyebabkan angka KEP terus tinggi. Pada 1995 diperkirakan ada 35,4 persen anak balita yang mengalami kekurangan energi protein. Kasusnya pada 1998 meningkat, mencapai 39,8 persen. Bahkan, Unicef memperkirakan 50 hingga 70 persen anak balita di Tanah Air mengalami gizi yang sangat buruk hingga menimbulkan korban jiwa. Fakta buruk tersebut juga tecermin dalam human developmet index (HDI) Indonesia yang masih yang terburuk dibanding negara-negara lainnya. Tahun lalu HDI atau indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 0,682 persen, padahal tahun sebelumnya 0,684 persen.Kemakmuran suatu wilayah akan terlihat dari nilai IPM wilayah yang bersangkutan. Kalau nilai IPM tinggi maka tingkat kesejahteraan masyarakat wilayah tersebut semakin baik. Ini karena IPM mengukur tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang dinilai mencerminkan status kemampuan dasar penduduk, yaitu 1) umur panjang dan sehat yang mengukur peluang hidup, 2) berpengetahuan dan berketerampilan, dan 3) akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup layak. Indeks yang tingkat pendapatan, harapan hidup, dan pencapaian pendidikan ini menunjukkan bahwa tahun lalu Indonesia hanya menempati urutan ke-112 dari 175 negara yang disurvei. Indonesia tentu harus bergerak cepat agar bisa mengubah citranya di mata internasional. Berdasarkan HDI, Indonesia terasa tidak punya harga diri. Indonesia tertinggal jauh dibanding dengan negara lain. Vietnam saja sudah menyusul dengan HDI 109. Indonesia hanya di sedikit atas Kamboja (130, Myanmar (131), dan Laos (135).Jakarta saja masih menyedihkan, apalagi dengan kota-kota lain di Tanah Air. Anak yang kekurangan gizi masih tinggi. Bila fakta ini terus bertambah, lalu pada saat yang bersamaan udara juga terus terpolusi maka kualitas anak akan menurun. Keduanya sama-sama berdampak buruk, bisa mengakibatkan terjadinya kemerosotan tingkat kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=164622&amp;amp;kat_id=286"&gt;http://www.republika.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-3141497149417234991?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/3141497149417234991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=3141497149417234991' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3141497149417234991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3141497149417234991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/09/gizi-buruk-di-tengah-kemegahan-kota.html' title='Gizi Buruk di Tengah Kemegahan Kota'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-7145865782558853939</id><published>2008-08-26T22:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T22:46:01.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Anak Susah Konsentrasi (Gangguan Pemusatan Perhatian)</title><content type='html'>Di jaman sekarang ini, makin banyak penderita autisme, hiperaktive, atau atensi. Sedikit tentang gangguan atensi atau pemusatan perhatian atau konsentrasi akan di bahas dalam tulisan ini. Tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan untuk mengatakan bahwa seseorang (anak) mempunyai gangguan atensi. Hal ini berkaitan dengan managemen dan terapinya. Oleh karena itu kadang diagnosa yand dilakukan tidak cukup hanya sekali pertemuan kadang dibutuhkan berkali-kali pertemuan untuk menentukan diagnosa yang tepat. Di bawah ini adalah observasi yang dapat membantu anda dalam pengamatan apakah putra anda memiliki gangguan pemusatan perhatian atau gangguan atensi. Bila terdapat gejala dibawah ini segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis rehabilitasi medik yang akan bekerja sama dengan dokter THT dan dokter jiwa anak. Semoga membantu Observasi klinik atensi&lt;br /&gt;1. Mudah beralih perhatiannya (karena melihat atau mendengar sesuatu), perhatian beralih minimal 3 kali selama tes karena stimuli lingkungan.&lt;br /&gt;2. Aktivitas tinggi, selalu berlari berkeliling &amp;amp; tidak mampu duduk selama melakukan satu aktivitas; meninggalkan meja 3 kali atau lebih selama tes; mungkin berdiri di atas meja tes, selama tes memerlukan istirahat beberapa kali.&lt;br /&gt;3. Hanya bermain sebentar dengan satu mainan, untuk kemudian beralih ke aktivitas yang baru.&lt;br /&gt;4. Impulsif dalam memegang sesuatu, perlu diingatkan 3 kali atau lebih sebelum menyentuh sesuatu.&lt;br /&gt;5. Menghilang dari aktivitas, sulit untuk ikut aktivitas kembali, perlu respon segera.&lt;br /&gt;6. Tidak dapat beralih fokus dari satu obyek ke obyek lain setelah bermain dalam periode yang lama.&lt;br /&gt;7. Mudah menyerah; bila frustrasi dan perlu dorongan untuk terus melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;8. Hanya memilih tugas yang mudah.&lt;br /&gt;9. Kegiatan tak bertujuan, tanpa eksplorasi yang terpusat.&lt;br /&gt;10. Tergantung pada orang dewasa untuk memusatkan perhatian selama aktivitas bermain.&lt;br /&gt;11. Menjadi sangat gembira bila berada di keramaian, misalnya di pasar swalayan atau restoran yang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERATURAN MAKAN UNTUK WAKTU MAKAN&lt;br /&gt;1. Tetapkan jadwal waktu makan. Bila anak tidak makan pada waktunya, hindari memberi makan pada jam yang lain. Bertahanlah pada jadwal. Jadwal terdiri dari 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan kecil. Jangan diberikan makanan kecil ekstra, meskipun anak belum makan pada salah satu waktu makan. Hal ini akan membuat anak mulai mengerti rasa lapar dan kapan dia makan bila merasa lapar. Bila waktu makan akan tiba, bicarakan mengenai rasa lapar. Setelah makan, bicarakan mengenai rasa kenyang.&lt;br /&gt;2. Jangan khawatir mengenai berapa banyak yang dimakan waktu jam makan. Bila sudah selesai makan, segera bereskan makanan. Bila anak tidak dapat bermain di lantai tanpa pengawasan, cobalah memberikan beberapa gelas ukur, Tupperware dan sendok kayu selama dia ada di kursi tinggi. Saatnya anda menyelesaikan makanan anda sendiri.&lt;br /&gt;3. Mulailah dengan makanan yang dapat dimakan sendiri oleh anak, seperti pisang atau roti tawar.&lt;br /&gt;4. Di samping menggunakan sendok, dimana anak seringkali menolak setelah mengalami muntah, gunakan sesuatu yang lain – seperti sikat gigi Nuk, atau roti batang untuk dicelupkan ke yogurt, puree buah, puding. Yakinlah menggunakan makanan yang dapat memotivasi anak, misalnya roti batang sebagai alat makan. Biarkan bayi anda mencelupkan roti batangnya sementara anda membantu anak yang lain. Selalu perhatikan apakah dia selalu dalam kontrol dengan ‘alat makannya’. Anda dapt mengenalkan sendok kembali setelah roti batang atau sikat gigi Nuk mulai bekerja.&lt;br /&gt;5. Selalu memakan sesuatu dengan anak anda. Hal ini mengenalkan waktu makan dan membuat dia tertarik untuk makan juga. Hati-hati jangan berdiet bila melakukan program ini. Karena anak akan pendapat kesan bahwa anda menghindari makanan untuk menurunkan berat badan dan akan meniru perilaku anda.&lt;br /&gt;6. Semua makanan ada di kursi tinggi atau tempat duduk lain yang sesuai. Jangan makan selama anak mengelilingi rumah atau sedang berada di tempat lain ( misalnya bak mandi atau mobil )&lt;br /&gt;7. Pindahkan piring, makanan, cangkir dll bila mereka melemparnya. Berikan satu peringatan yang jelas ” jangan dilempar”. Bila masih melempar, turunkan anak dari kursi dan hentikan acara makan.&lt;br /&gt;8. Arahkan anak untuk makan sendiri bila memungkinkan. Untuk anak yang kecil yang belum dapat memakai sendok karena mereka belum mampu mengendalikannya.&lt;br /&gt;9. Batasi waktu makan 30 menit. Akhiri makan lebih awal bila anak membuang, melempar atau bermain dengan makanan atau melakukan perilaku disruptif lain. Bila anak tidak makan, ambil makanan setelah 10 atau 15 menit.&lt;br /&gt;10. Pisahkan waktu makan dengan waktu bermain. Jangan memberikan mainan di kursi tinggi atau meja makan. Jangan bermain pada waktu makan. Jangan menggunakan permainan untuk menyuap dan jangan menggunakan makanan untuk bermain.&lt;br /&gt;11. Jangan memuji anak bila dia makan dan mengunyah. Perlakukan acara makan dengan wajar. Tidaklah wajar untuk memuji karena anak makan dan mengunyah.&lt;br /&gt;12. Jangan melakukan permainan dengan makanan ke dalam mulut anak&lt;br /&gt;13. Jagalah ekspresi tidak setuju dan frustrasi bila anak tidak mau makan&lt;br /&gt;14. Berikan makanan padat dahulu baru diikuti cairan. Minum akan mengisi lambung sehingga anak tidak merasa lapar.&lt;br /&gt;15. Rasa lapar akan memotivasi anak untuk makan. Jangan memberikan sesuatu diantara waktu makan, termasuk susu atau jus. Anak akan minum bila haus.&lt;br /&gt;16. Buatlah waktu khusus bermain sebelum atau sesudah makan untuk memberikan perhatian pada anak dengan cara yang positif.&lt;br /&gt;17. Pergunakan waktu makan sebagai waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Dalam hal ini perhatian terpusat pada sosialisasi daripada mengkhawatirkan seberapa banyak anak makan. Yakinkan bahwa TV sudah dimatikan.&lt;br /&gt;18. Semua pengasuh harus menjalankan program ini atau program tidak akan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem Kontrol Motorik pada Anak&lt;br /&gt;1. Seringkali merusakkan – terlihat tidak dapat menilai seberapa keras dan lunaknya mainan untuk ditekan.&lt;br /&gt;2. Melewati rintangan atau menjatuhkan diri&lt;br /&gt;3. Sering jatuh ( pada usia lebih dari 18 bulan )&lt;br /&gt;4. Postur tubuh merosot waktu duduk atau berdiri&lt;br /&gt;5. Menyandarkan kepala pada tangan atau lengan&lt;br /&gt;6. Memilih untuk berbaring daripada duduk atau lebih baik duduk daripada berdiri.&lt;br /&gt;7. Menggenggam obyek tidak kuat ( pensil, gunting atau sendok ) atau menggenggam terlalu kuat.&lt;br /&gt;8. Cepat lelah selama aktivitas fisik&lt;br /&gt;9. Sendi longgar dan lentur, dapat duduk dengan posisi tungkai seperti huruf W&lt;br /&gt;10. Kesulitan memanipulasi obyek-obyek kecil, seperti mengaitkan.&lt;br /&gt;11. Makan dengan cara yang tidak rapi&lt;br /&gt;12. Tidak mempergunakan 2 tangan untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan 2 tangan seperti memegang kertas selagi menggambar, memegang gelas selagi menuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem Perencanaan Motorik pada Anak&lt;br /&gt;1. Takut mencoba aktivitas motorik baru ; suka melakukan hal yang sama dan dapat diperkirakan( misalnya aktivitas rutin )&lt;br /&gt;2. Kesulitan membuat perubahan dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.&lt;br /&gt;3. Harus dipersiapkan beberapa kali sebelum satu perubahan diperkenalkan&lt;br /&gt;4. Tidak dapat merencanakan urutan aktivitas; memerlukan struktur dari orang dewasa.&lt;br /&gt;5. Mudah frustrasi&lt;br /&gt;6. Aktivitasnya sangat terkontrol&lt;br /&gt;7. Kesulitan bermain dengan teman sebaya&lt;br /&gt;8. Agresif dan destruktif dalam bermain&lt;br /&gt;9. Mudah temper tantrum&lt;br /&gt;10. Tidak dapat merangkak sebelum mulai berjalan&lt;br /&gt;11. Kesulitan dalam berpakaian dan merangkai gerak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kobal Sangaji Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Bunder Gresik&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-7145865782558853939?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/7145865782558853939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=7145865782558853939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/7145865782558853939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/7145865782558853939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/anak-susah-konsentrasi-gangguan.html' title='Anak Susah Konsentrasi (Gangguan Pemusatan Perhatian)'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-3889602970797138124</id><published>2008-08-26T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T22:34:07.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Senam Otak Dapat Meningkatkan Konsentrasi Anak</title><content type='html'>Liputan6.com, Jakarta: Tampak senang dan gembira. Di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini ada sekelompok anak yang menikmati setiap gerakan senam yang diajarkan. Namun ini bukanlah sembarang senam. Ini adalah senam otak. Tentu saja bukan dengan menggerakkan otak.&lt;br /&gt;Adalah Lely Aromawati Tobing yang mempopulerkan senam ini di Indonesia. Wanita dengan latar belakang pendidikan bisnis ini tertarik mempelajari senam otak di Australia dan Singapura. Ini lantaran kesulitan belajar yang dialami anak keduanya, Marco. Dengan latihan rutin senam otak, kesulitan belajar yang dialami Marco bisa teratasi. Setidaknya, anaknya kini bisa lebih berkonsentrasi dan tenang dalam belajar.&lt;br /&gt;Gerakan senam sederhana itulah yang selalu diterapkan Marco setiap mau belajar. Dan kemampuan ini pun diberikan pada anak-anak yang belajar di Sekolah Twinkle Stars, Cilandak, Jaksel, yang dikelolanya. Senam otak terintegrasi menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Satu di antaranya dengan gerakan silang. Gerakan ini akan membantu koordinasi kerja otak kanan dan kiri agar lebih seimbang sehingga meningkatkan daya konsentrasi anak.&lt;br /&gt;Di samping itu, Lely menggabungkan dengan latihan motorik kasar dan halus pada anak-anak. Gerakan loncat dan berjalan zig-zag adalah salah satunya. Semua gerakan dilakukan dengan riang gembira dan anak-anak pun menikmatinya.&lt;br /&gt;Sebagai guru, Lely boleh bangga telah menyumbangkan metode pendidikan yang terbukti telah bisa meningkatkan kecerdasan anak muridnya. Memulai dari keluarga sendiri, mengembangkan dan menyumbangkannya ke masyarakat, inilah yang menjadi esensi penting pendidikan dan pengajaran seperti yang dilakukan Lely Tobing.&lt;br /&gt;Disarikan dari : Tim Liputan 6 SCTV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-3889602970797138124?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/3889602970797138124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=3889602970797138124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3889602970797138124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/3889602970797138124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/senam-otak-dapat-meningkatkan.html' title='Senam Otak Dapat Meningkatkan Konsentrasi Anak'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-5589153201120705628</id><published>2008-08-19T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:41:46.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Jangan Menghadapi Anak yang Marah dengan Kemarahan.</title><content type='html'>Jangan menghadapi anak yang marah dengan kemarahan.Sering kali kita dibuat pusing dan stress menghadapi anak yang sedang marah, bahkan tidak jarang dari kita yang malah lebih marah dari anak itu sendiri karena tidak tahu tahu harus berbuat apa. Seringkali kita melakukan kesalahan yang akhirnya kita akan menyesalinya. Pengalaman saya pribadi menunjukan bahwa semakin saya keras terhadap anak yang sedang marah semakin anak tidak bisa dikendalikan..... mereka hanya ”takut” (bukan hormat atau segan) dan sifatnya hanya sementara. Mereka malah akan mencotoh kemarahan kita untuk marah yang lebih besar dari marah yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips yang dapat digunakan dalam menghadapi anak yang sedang marah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada saat sedang anak marah, jangan beri komentar apapun. Jangan menunjukkan emosi apapun. Bersikaplah seolah-olah anda sedang tidak dibutuhkan, kalau perlu sambil bersiul2 atau bernyanyi nyanyi yang syairnya agak lucu2 (alias lagu2 yang diplesetin).2. Jauhkan barang-barang berbahaya didekatnya (gunting, kaca dll), bila memungkinkan, sediakan ruangan yang 'aman' bagi anak untuk melampiaskan amarahnya. 3. Bila ternyata anak setelah sekitar 10 menit ternyata makin meraung-raung, dan mulai memukuli kepalanya sendiri, atau berusaha menyerang, arahkan untuk "pergi ke ruang/tempat yang aman". 4. Nha, biarkan marah-marah sendirian, namun tetap kita awasi untuk menjaga hal-hal yang membahayakan. 5. Kalau sudah reda, datangi dan ajak bicara ada permasalahan apa, marah sama siapa dsb. Gaya kita bertanya hendaknya selembut mungkin. Ini memang susah lho.karena kita 'kan manusia biasa yang bisa setiap saat terbawa emosi juga.6. Jangan lupa untuk selalu memberi perhatian (ajak bicara, bercanda, diskusi hal-hal yang terjadi disekeliling kita dsb) hal in efektid dilakukan pada saat anak sedang 'tidak melakukan apapun'. Jadi, dia tahu dia dapat perhatian dari kita justru kalau lagi 'manis'..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, cara seperti ini cukup efektif.Kunci utamanya adalah "hindari kebiasaan yang buruk” dan "berikan sikap yang positif".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Multa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-5589153201120705628?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/5589153201120705628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=5589153201120705628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5589153201120705628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/5589153201120705628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/jangan-menghadapi-anak-yang-marah.html' title='Jangan Menghadapi Anak yang Marah dengan Kemarahan.'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-8087105859651651251</id><published>2008-08-08T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T02:11:34.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Pola Makan Sehat Untuk Balita</title><content type='html'>&lt;em&gt;Balita. &lt;/em&gt;Seiring dengan pertumbuhan balita Anda, pola makannya pun akan berubah. Mulai banyak jenis makanan yang ia bisa dan suka makan. Tetapi yang ia bisa dan suka makan bukan berarti selalu baik untuknya. Beberapa jenis makanan yang mengandung tepung putih, lemak tinggi, gula, pewarna buatan, bahan kimia, dan lain-lain tidaklah baik untuk dikonsumsi balita Anda sehari-hari. Jadi bagaimana cara mendidik balita Anda untuk mempunyai pola makan yang sehat? Tips-tips di bawah ini dapat membantu Anda.Jadikan rumah Anda sebagai “surga nutrisi” untuknya. Anda mungkin tidak bisa terlalu mengawasi pola makan anak Anda saat ia berada di luar rumah, tetapi Anda bisa mengawasinya saat ia berada di rumah. Dengan menjaga tradisi makanan sehat di rumah Anda, dan memberikannya makanan yag tidak mengandung bahan-bahan yang tidak baik untuknya, balita Anda akan selalu memakan makanan yang bernutrisi tinggi untuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Tips dalam memberi makan kepada Balita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berikan mereka makanan sehat yang lezat.&lt;br /&gt;2. Jika Anda mengganti permen dengan potongan wortel, tentu saja balita Anda akan menganggap makanan bernutrisi tinggi dengan rasa tidak enak.&lt;br /&gt;3. Berikanlah mereka makanan yang sehat tetapi lezat, buah-buahan yang menarik, dan sebagainya. Balita yang belum terkontaminasi dengan makanan yang tidak sehat akan lebih menyukai makanan sehat dibandingkan makanan ringan yang berkalori tinggi. Berikan contoh dengan pola makan Anda sendiri. Bahkan anak berusia 2 tahun akan protes jika ada standar ganda di keluarga, dimana ia harus makan yang sehat tetapi Anda memakan makanan yang tidak bernutrisi tinggi.&lt;br /&gt;4. Berikan ia contoh bahwa bukan saja anak kecil yang harus makan sehat tetapi mempunyai pola makan sehat berguna bagi seluruh keluarga.&lt;br /&gt;5. Beritahukan semua yang mengurus balita Anda bahwa Anda ingin mereka makan sehat. Karena bukan cuma Anda yang mengurus balita Anda, Anda harus memberitahu pengasuh mereka, guru mereka di Pre-School, TK, dan sebagainya bahwa mereka harus dibiasakan makan sehat. Ini bukan berarti mereka tidak boleh memakan kue ulang tahun saat teman atau sepupu mereka merayakan ulang tahun, tetapi hanya sebagai indikasi bahwa Anda ingin mereka makan sehat senantiasa dan bukan makan junk food/makanan yang tidak bernutrisi.Buat perjanjian dengan anak Anda. Sering kali penyebab balita Anda memakan makanan yang tidak sehat adalah pengaruh teman sebayanya. Dengan membuat perjanjian dengan anak Anda, supaya mereka menghindari makan makanan junk food/yang tidak bernutrisi saat bermain dengan teman-temannya, akan membantu anak Anda untuk mempunyai pola makan yang sehat.&lt;br /&gt;6. Jangan terlalu ketat. Pada akhirnya, bila Anda selalu memaksanya untuk makan sehat, balita Anda bisa merasa frustrasi karena Anda terlalu keras mendidiknya.&lt;br /&gt;7. Berikan kepadanya kesempatan sekali-sekali untuk memakan makanan junk food, sebagai “hadiah” karena ia sudah berhasil mempunyai pola makan yang sehat. Bamun batasi jumlahnya dan jangan terlalu sering membiarkannya jajan di luar. Dengan ini, rasa ingin tahunya akan terpenuhi tanpa merusak pola makan sehatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips diatas bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber :nutrisibalitacerdas.com&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-8087105859651651251?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/8087105859651651251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=8087105859651651251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8087105859651651251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8087105859651651251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/pola-makan-sehat-untuk-balita.html' title='Pola Makan Sehat Untuk Balita'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-6412293282738531460</id><published>2008-08-07T18:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T18:40:40.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>JEFRI AL-BUCHORI: ANAKKU BOLEH SAJA JADI ARTIS</title><content type='html'>Bagi penceramah tetap Spirit KDI ini, iman merupakan kunci kesuksesan seseorang dalam mengarungi kehidupan. Sekaligus benteng dari pengaruh buruk lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah itu dicamkan betul oleh Jefri Al-Buchori (32). Menurutnya, semua pengalaman hidup, baik pengalaman positif maupun yang tak mengenakkan, dapat diambil hikmahnya untuk dijadikan sebagai acuan hidup. Lewat pengalaman buruk, kita dapat mencari jalan agar pengalaman serupa bisa dihindari di kemudian hari. Sementara pengalaman baik akan sangat membantu kita mengasah kualitas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jefri tak memungkiri jika jalan hidupnya selama ini tidaklah lurus. Sebagai mantan model dan penari, dia sempat mengecap kehidupan malam yang membuatnya terlena masuk ke lembah hitam, termasuk mengonsumsi obat-obat terlarang. Toh, dengan tekad bulat untuk memperbaiki diri, Jefri mampu kembali ke jalan yang benar. "Sungguh, saya sudah tidak tahan menjadi sampah dalam masyarakat. Yang namanya sampah, disimpan di mana pun, di tempat semewah apa pun, kan namanya tetap sampah. Namanya juga sampah, semua orang pasti ingin menjauhinya atau bahkan membuangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman itulah, pria kelahiran Jakarta 12 April 1973 ini berusaha keras mendidik anaknya agar kelak tidak menjadi sampah masyarakat. "Caranya sederhana saja kok. Salah satunya adalah dengan mengenalkan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan mana yang buruk kepada kedua anaknya, Adiba Khanza Az-Zahra (5) dan Mohammad Abidzar Al-Ghifari (3). Kebaikan, tukas Jefri, umumnya akan membuat orang lain senang. Contohnya, saat si sulung memiliki dua potong kue. Tentu teman atau adiknya akan sangat senang kalau mereka dibagi. Hal yang sama juga berlaku pada mainan. "Makanya, saya langsung memuji jika mereka mau berbagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, keburukan biasanya membuat orang lain kesal. "Bayangkan saja kalau mainan si kakak tiba-tiba direbut atau si adik tiba-tiba memukul kakaknya tanpa alasan. Tanpa pandang bulu saya biasanya langsung menegur jika mereka berbuat agresif. Baik si kakak maupun si adik tetap perlu ditegur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ustadz yang turut bermain dalam tayangan Kuasa Ilahi dan Adzab Ilahi, juga menekankan pentingnya demokrasi dalam mendidik anak. Menurutnya, kehati-hatian yang berlebihan justru akan membuat kemampuan anak tidak berkembang. "Ya gimana mau berkembang? Mau ini dilarang, mau itu pasti diomeli. Akibatnya, anak serba takut untuk mencoba sesuatu. Lalu kalau sudah begitu, kreativitas mereka tidak bisa lagi diandalkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, sikap kelewat bebas juga sama salahnya karena hanya akan membuat anak cenderung binal. Pasalnya, si anak merasa bebas untuk melakukan apa saja tanpa ada rambu-rambu yang memayunginya. Yang terbaik, tegas Jefri, adalah sikap demokratis. Konkretnya, "Selama hal yang dilakukan anak memberi manfaat, ya buat apa dilarang-larang? Kecuali kalau tindakan Adiba dan Abidzar sudah membahayakan atau merugikan dirinya atau orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : tabloid-nakita.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-6412293282738531460?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/6412293282738531460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=6412293282738531460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6412293282738531460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6412293282738531460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/jefri-al-buchori-anakku-boleh-saja-jadi.html' title='JEFRI AL-BUCHORI: ANAKKU BOLEH SAJA JADI ARTIS'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-6179889160596930676</id><published>2008-08-03T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T22:44:43.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Anak Berbakat dengan Gangguan Belajar</title><content type='html'>Keberbakatan dan Gangguan Belajar, merupakan kondisi yang paradoks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bakat anak. &lt;/em&gt;KEBERBAKATAN bukanlah penyimpangan, tetapi merupakan perkembangan intelektual, sedangkan gangguan belajar (specific learning disabilities) adalah keadaan seseorang yang mengalami gangguan dalam satu atau lebih area inteligensia. Gangguan belajar disebabkan adanya gangguan perkembangan yang mengakibatkan fungsi inteligensia terganggu. Keunikan, kelebihan, dan karakteristik anak semacam ini yang ternyata menyulitkan, berbagai gangguan perkembangan, serta kebutuhan khususnya dalam metode pendidikan, membutuhkan sejumlah besar keilmuan untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;Umumnya kita sering terjebak dalam diagnosis autisme (hanya karena mereka terlambat bicara) , sekalipun memang mempunyai gejala mirip autisme. Tidak jarang pula hasil diagnosis tertukar dengan autisme Asperger ataupun autis savant. Autis Asperger ada yang mempunyai IQ tinggi (tetapi tidak mengalami keterlambatan bicara), dan autis savant mempunyai talenta luar biasa (tetapi mengalami gangguan sangat luas dalam area inteligensia, seperti dalam film Rainman yang diperankan Dustin Hoffman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bakat Anak. &lt;/em&gt;Dalam uji psikologi, anak berbakat dengan gangguan belajar menunjukkan profil inteligensia tidak harmonis, hasil uji akan sangat tinggi dalam performa berupa kemampuan abstraksi dan logika analisis, tetapi tertinggal dalam kemampuan verbal. Kesulitan yang sering mengikuti hingga dewasa adalah gangguan pada memori jangka pendek yang mengatur kemampuan hafalan, terlihat dari nilai hasil uji digit span test yang rendah, 2-3 (normal, 2-9). Para ahli audiologi menyebutnya auditory processing disorder (APD). Artinya bukan telinganya yang terganggu, tetapi proses informasi di otak terganggu sehingga mereka sering tampak seperti anak tuli atau melongo jika diajak bicara dan tidak merespons jika dipanggil. Pada akhirnya berakibat mengalami ketertinggalan perkembangan bicara dan bahasa.&lt;br /&gt;BERBAGAI gangguan perkembangan lain yang biasanya menyertai saat masih balita adalah ketidaksinkronan perkembangan dimana motorik kasar berkembang hebat, tetapi motoriknya halus tertinggal. Kemampuan pencandraan visual berkembang hebat, tetapi mengalami gangguan dalam penerimaan informasi melalui telinga. Ia juga mengalami ketidakteraturan perkembangan sensoris, misalnya sensor raba sangat peka sehingga jijik dengan benda basah dan lembek, sering tidak merespons panggilan tetapi terlalu peka suara bising dan mudah terangsang pada suara.&lt;br /&gt;Ia sangat berani, tetapi juga sangat penakut. Ia mempunyai periode berkonsentrasi intensif, namun juga kadang tampak bagai anak tidak bisa konsentrasi dan hiperaktif sehingga sering terjebak dalam diagnosis anak dengan gangguan konsentrasi atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bakat anak. &lt;/em&gt;Keberbakatan (giftedness) sesuai dengan definisi Renzulli, yaitu mempunyai kemampuan inteligensia berupa kemampuan logika analisis dan abstraksi tinggi, kreativitas tinggi, serta motivasi dan ketahanan kerja tinggi. Namun, banyak di antara mereka justru sulit berprestasi di sekolah. Hal ini karena ia visual learner, selalu berpikir secara analisis, perfeksionis, dan kadang diikuti rasa percaya diri yang kurang, dan takut gagal sebelum mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa dia kerjakan.&lt;br /&gt;Karena sering berada dalam diagnosis autisme atau DHD ditambah karakteristiknya yang khusus itu, mereka sering dianjurkan ke sekolah luar biasa (SLB) karena membawa skor IQ total rendah (akibat ketidakharmonisannya yang kemudian dirata-ratakan), atau dimasukkan ke kelas lambat yang sebenarnya justru keliru karena pada dasarnya mereka adalah pemikir yang sangat cepat.&lt;br /&gt;Apabila ia bisa masuk ke sekolah dasar umum, ia segera dikeluarkan karena guru kewalahan, dianggap mengganggu jalannya pelajaran, dan pihak sekolah tidak mengerti materi serta metode apa yang dapat diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bakat anak. &lt;/em&gt;Pada pelajaran matematika umumnya mereka mendapat angka baik, namun tidak demikian pada pelajaran menghafal yang memang lemah. Dengan demikian, pelajaran PKKn, agama, dan bahasa Indonesia mendapat angka jelek. Padahal nilai pelajaran ini sama sekali tidak boleh merah.&lt;br /&gt;Mereka dianggap sangat emosional, keras kepala, dan sulit diatur. Apalagi diikuti dengan tulisan yang jelek karena memang motorik halusnya lemah, hukuman yang diberikan tidak hanya cukup hukuman fisik seperti disetrap di muka kelas, juga dikenai hukuman psikis, yaitu dimarahi dan akhirnya angkanya disunat.&lt;br /&gt;Padahal, mereka adalah kelompok anak berisiko, dukungan pendidikan yang tidak menunjang hanya akan menyebabkan masalah lebih sulit, yaitu jatuhnya anak ke dalam kondisi frustrasi, depresi, hilang percaya diri, berkembangnya konsep diri negatif, timbul perilaku bermasalah, atau timbul keinginan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESULITAN orangtua dalam menghadapi anak seperti ini adalah kebingungan lengkap. Ketidakjelasan informasi yang sepotong-potong dari pihak profesional, seperti dokter dan psikolog,  bahkan tidak ada kekompakan untuk mengatakan bagaimana keadaan anak ini. Ditambah pula kebingungan mencari sekolah yang mau menerima. Pihak sekolah pun mengalami kebingungan. Apalagi ilmu learning disabilities belum populer di kalangan guru. Begitu juga karakteristik psikis anak berbakat memang tidak dikenal, terlebih yang mempunyai keistimewaan ganda seperti ini, berbakat tetapi mengalami gangguan belajar.&lt;br /&gt;Dengan begitu metode pengajaran yang beragam dalam kelas juga belum dikenal. Tidak ada informasi formal barang sedikit pun tentang anak seperti ini, baik dari lembaga pengajaran ilmiah maupun lembaga pemerintah. Ironisnya informasi yang didapat sangat simpang siur, melelahkan, membingungkan, tidak tahu siapa yang harus dipercaya.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian para ahli di Belanda pada tahun 1980-an, anak berbakat yang tidak berprestasi adalah setengah dari populasi anak berbakat (2-4 persen dari anak- anak yang lahir). Ketidakmampuan mereka berprestasi disebabkan selain mereka tidak mendapat dukungan perkembangan, juga karena masalah ketidakharmonisan perkembangan.&lt;br /&gt;Agar bisa ditangani dengan baik dan tidak tersasar ke berbagai diagnosis gangguan belaka, maka sejak dini mereka sudah dilacak melalui dokter tumbuh kembang, taman bermain, dan taman kanak- kanak. Sekolah taman kanak-kanak merupakan pusat tumbuh kembang anak yang ditangani oleh dokter sekolah, psikolog, ortopedagog, ahli gerak, ahli wicara, dan berbagai remedial teachers. Tidak terbimbingnya anak ini sejak dini menyebabkan ia hanya tampak bagai anak yang mengalami keterbelakangan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bakat anak. &lt;/em&gt;Apa yang bisa diharapkan untuk mengatasi anak-anak berbakat Indonesia yang tak jelas rimbanya ini adalah kerja sama di antara para ahli (dokter, psikolog, dan pedagog) dalam membuat kesepakatan bagaimana melakukan deteksi dini, tata laksana penanganan, metode, serta materi yang cocok dalam pendidikan. Tidak kalah pentingnya adalah pendirian pusat informasi dan psycho educational assessment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : bibilung 16 Juli 2007&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-6179889160596930676?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/6179889160596930676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=6179889160596930676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6179889160596930676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6179889160596930676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/08/anak-berbakat-dengan-gangguan-belajar.html' title='Anak Berbakat dengan Gangguan Belajar'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-1189806763067000810</id><published>2008-07-31T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T23:39:25.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Cerdas dan Kreatif Berkat Alunan Musik</title><content type='html'>&lt;em&gt;Anak cerdas. &lt;/em&gt;Ternyata musik tidak cuma merupakan materi hiburan yang memanjakan telinga. Alunan suara yang berirama ini &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Bisa', 1, 1640982)" href="http://id.shvoong.com/tags/bisa/"&gt;bisa&lt;/a&gt; dimanfaatkan untuk merangsang &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Janin', 1, 1640982)" href="http://id.shvoong.com/tags/janin/"&gt;janin&lt;/a&gt; agar kelak menjadi anak cerdas dan kreatif. Bahkan musik bisa dipakai untuk memutar janin sungsang kembali ke posisi normal. Sumber : Majalah Intisari Dibandingkan &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dengan', 1, 1640982)" href="http://id.shvoong.com/tags/dengan/"&gt;dengan&lt;/a&gt; kemampuan rata-rata anak seusianya, anak dari Ny. Ir. Catharina (30) jauh lebih baik. Ketika berusia dua bulan, anaknya sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Di usia 3,5 bulan, sudah bisa melepas kacamata kakeknya. Bahkan, ketika umurnya menginjak empat bulan, sudah bisa bersalaman. Semua &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Itu', 1, 1640982)" href="http://id.shvoong.com/tags/itu/"&gt;itu&lt;/a&gt; bukan tanpa sebab. Ketika hamil, Ny. Catharina ingat cerita orang tuanya bahwa musik &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Klasik', 1, 1640982)" href="http://id.shvoong.com/tags/klasik/"&gt;klasik&lt;/a&gt; karya Wolfgang Amadeus Mozart bisa membuat perkembangan otak belahan kanan janin dalam kandungan menjadi lebih baik sehingga meningkatkan kemampuan afektif si anak. Dari situlah ia lalu berusaha untuk selalu mendengarkan musik klasik. Dalam perjalanan ke kantornya, musik yang buat banyak orang terasa berat itu terus mengalun dari kaset di dalam mobilnya. Baginya mendengarkan musik klasik bukanlah kegiatan aneh apalagi membosankan karena kebetulan ia pencinta musik klasik. Ia justru terhibur di tengah-tengah kemacetan lalu lintas ibukota. Kedua belahan otak harus imbangMendengarkan musik klasik sebenarnya merupakan bagian dari beberapa stimulasi yang biasanya diberikan oleh ibu hamil kepada janin di dalam kandungannya. Demikian kata Prof. Dr. Utami Munandar dalam seminar "Pengaruh Mendengarkan Musik Klasik terhadap Janin dan Kehamilan", di Jakarta, November silam. Menurut guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan "mengelus-elus" jabang bayi melalui kulit perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak cerdas. &lt;/em&gt;Makin sering dan teratur perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya. Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Namun, menurut dr. Jimmy Passat, ahli saraf dari FKUI-RSCM, dan Isye Widodo, S.Psi, koordinator Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, intervensi ini haruslah seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya. Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak cerdas.&lt;/em&gt;Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik. Sementara itu bagi ibu hamil, musik - terutama yang klasik - bisa membebaskannya dari stres akibat kehamilan. Ini sangat baik sebab, menurut dr. Suharwan Hadisudarmo Sp.OG. MMR, stres yang tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan dan perkembangan janin di rahimnya. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar renin angiotensin, yang memang sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan janin pun terhambat. Hambatan macam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu mendengarkan musik klasik, terutama karya Mozart.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak cerdas. &lt;/em&gt;Memang, tidak setiapibu hamil menyukai musik klasik. Namun, kalau didengarkan secara berulang-ulang hingga hafal, akan terasa letak indahnya musik klasik ini. Keindahan dan ketenangan inilah yang membuat musik klasik itu istimewa. Cukup 30 menit sehariMungkin semua jenis musik, dari yang tradisional hingga modern, bisa pula dimanfaatkan untuk hal yang sama. Namun, hingga saat ini yang sudah diteliti dan menunjukkan hasil positif baru musik klasik, terutama karya Mozart. Jenis musik ini terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan otak belahan kanan dari janin. Menurut Suzuki (1987), seperti dikutip Utami, bila anak dibesarkan dalam suasana musik Mozart sejak dini, jiwa Mozart yang penuh kasih sayang akan tumbuh juga dalam dirinya. Mendengar alunan musik yang tenang, jantung si janin berdenyut dengan tenang pula. Bahkan, setelah dilahirkan mendengarkan musik klasik juga memberi pengaruh baik bagi si bayi. Sekadar contoh, seperti diberikan Utami, seorang bayi berusia tiga bulan, yang sejak lahir sering diputarkan musik klasik, mampu menggerakkan badannya sesuai dengan iramanya. Jika irama makin cepat menuju klimaks, gerakan bayi lebih cepat dan aktif, dan ketika musik berhenti dia menunjukkan ketidaksenangan. Sementara untuk merangsang belahan otak kiri yang bertanggung jawab terhadap kemampuan akademik, tambah Isye, musik dengan syair yang mendidik terbukti memberi pengaruh baik. "Saya menggunakan lagu-lagu anak-anak Indonesia. Itu merupakan eksperimen saya sendiri. Nah, intervensi yang saya gunakan selama ini ternyata ada gunanya. Bayi yang dilahirkan, ketika berusia dua tahun ternyata memiliki kemampuan komunikasi pasif dan aktif seperti anak usia empat tahun. Contoh lainnya, bayi berusia tiga bulan umumnya belum ada tanda-tanda mengeluarkan kata-kata ''a-e-o''. Tapi bayi yang, ketika masih dalam kandungan, mendapat terapi musik sudah bisa mengeluarkan kata-kata itu, kemampuan berbahasanya lebih cepat," ungkapnya. Isye juga menyatakan, lagu anak-anak yang dipilih untuk terapi cukup dua tiga lagu. Musik bersyair itu misalnya lagu anak-anak ciptaan Ibu Sud atau Ibu Kasur. Menurut dia, Pelangi-Pelangi merupakan lagu paling disukai. "Pada akhir lagu itu ''kan ada syair ''... ciptaan Tuhan''. Jadi sejak janin, calon anak ini sudah mengenal kata Tuhan," jelasnya. Stimulasi perkembangan otak janin ini bisa dilakukan sejak usia kehamilan 18 - 20 minggu. Menurut Harold I. Kaplan, Benjamin J. Sadock, dan Jack A. Grebb, pada usia itu janin sudah dapat mendengar. Dia juga sudah bisa bereaksi terhadap suara dengan memberi respons berupa kontraksi otot, pergerakan, dan perubahan denyut jantung. Bahkan, pada usia itu perkembangan mental emosional janin sudah dapat dipengaruhi musik. Mendengarkannya bisa dilakukan di mana saja. Namun, untuk tujuan terapi sebaiknya dilakukan di tempat khusus untuk terapi dan dipandu oleh pakarnya. "Di tempat terapi ini akan tercipta suasana kebersamaan. Dengan kebersamaan itu, mereka bisa bertukar pengalaman dan sebagainya, sehingga saat menghadapi persalinan persiapan mental mereka sudah bagus dan rasa percaya dirinya juga bagus," jelas Isye. Di samping itu ibu hamil dianjurkan pula mendengarkan musik di rumah secara teratur. Dalam melakukan terapi musik, ibu hamil mesti melalui tahapan relaksasi fisik dan mental sebelum memasuki tahapan stimulasi terhadap janin. "Untuk mencapai rileks fisik saya memberikan relaksasi progresif di mana ibu-ibu mengendurkan dan mengencangkan otot-ototnya, mengatur pernapasan dan sebagainya. Setelah secara fisik rileks, baru memasuki relaksasi mental. Dalam relaksasi mental, saya mengucapkan kata-kata yang bersifat sugesti dan menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak cerdas. &lt;/em&gt;Secara fisik mereka rileks, dan saya membawa mereka ke dalam suasana di mana mereka bisa melupakan semua konflik yang mereka rasakan sebelumnya. Mereka hanya berkonsentrasi untuk terapi. Pada saat diberi instruksi-instruksi untuk relaksasi, diperdengarkan alunan musik yang bisa membangkitkan perasaan rileks.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh :&lt;/em&gt;&lt;a id="ctl00_ContentBoxMain_AbstractInfo1_lnkWriter" title="sefrizal" onclick="javascript:LinkToPage('','link_id=29');" href="http://id.shvoong.com/writers/sefrizal/"&gt;&lt;em&gt;sefrizal&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-1189806763067000810?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/1189806763067000810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=1189806763067000810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/1189806763067000810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/1189806763067000810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/cerdas-dan-kreatif-berkat-alunan-musik.html' title='Cerdas dan Kreatif Berkat Alunan Musik'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-8500222254927348751</id><published>2008-07-31T23:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T23:31:36.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Bagaimana Mencetak Anak Cerdas ? .... GAMPANG</title><content type='html'>Anak cerdas tentu dambaan setiap orang, sebab kecerdasan merupakan modal tak ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan di hadapannya. Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati, melainkan dapat diupayakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak cerdas pasti menjadi dambaan setiap orang, hal ini dikarenakan kecerdasan adalah modal yang tak ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan nyata di hadapannya. Beruntunglah bahwa kecerdasan yang baik ternyata bukan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;harga mati&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, melainkan dapat diupayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak cerdas&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, memperkirakan faktor genetik cuma memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam kandungan. Untuk menjelaskan peran genetika dalam pembentukan IQ anak, seorang pakar lain di bidang genetika dan psikologi dari Universitas Minnesota, juga di AS, bernama Matt McGue, memberikan contoh, pada keluarga kerajaan yang memiliki gen elit, keturunannya belum tentu akan memiliki gen elit. ''Keluarga bangsawan yang memiliki IQ tinggi umumnya hanya sampai generasi kedua atau ketiga. Generasi berikutnya belum diketahui secara pasti, karena mungkin saja hilang, meski dapat muncul kembali pada generasi kedelapan atau berikutnya'', ungkap McGue. ''Orang tua yang memiliki IQ tinggi pun bukan jaminan dapat menghasilkan anak ber-IQ tinggi pula.'' Ini membuktikan genetika bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kecerdasan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anak Cerdas&lt;/em&gt;. Faktor lingkungan, dalam banyak hal, justru memberi andil yang besar dalam kecerdasan seorang anak. Yang dimaksud tak lain adalah upaya memberi ''iklim'' tumbuh kembang sebaik mungkin sejak si anak masih dalam kandungan agar kecerdasannya dapat berkembang optimal. Dengan gizi dan perawatan yang baik misalnya, si Polan bisa cerdas. Atau dengan menjaga kesehatan secara baik dan menghindari racun tubuh selagi ibunya mengandung dia, si Putri dapat memiliki intelegensia baik. Begitu pula dengan memberikan kondisi psikologis yang mendukung, angka IQ si Tole lebih tinggi dari teman sebayanya. Gizi, perawatan, dan lingkungan psikologis itulah faktor lingkungan penentu kecerdasan anak. Kisah Helen dan Gladys, sepasang bayi kembar, bisa menjadi salah satu buktinya. Pada usia 18 bulan mereka dirawat secara terpisah. Helen hidup dan dibesarkan dalam satu keluarga bahagia dengan lingkungan yang hidup dan dinamis. Sedangkan Gladys dibesarkan di daerah gersang dalam lingkungan ''miskin'' rangsangan intelektual. Ternyata saat dilakukan pengukuran, Helen memiliki angka IQ 116 dan berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Bahasa Inggris. Sebaliknya Gladys terpaksa putus sekolah lantaran sakit-sakitan dan IQ-nya 7 angka di bawah saudara kembarnya. Gizi dan Perilaku Ibu Dr. Devlin menemukan bukti bahwa keadaan dalam kandungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan kecerdasan. ''Ada otak substansial yang tumbuh dalam kandungan'', jelasnya. ''IQ sangat tergantung pada bobot lahir bayi. Anak kembar, rata-rata memiliki IQ 4 - 7 angka di bawah anak lahir tunggal karena umumnya bayi kembar memiliki bobot badan lebih kecil'', tambahnya. Lebih dari 20 tahun terakhir berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin terjadi pertumbuhan otak secara proliferatif (jumlah sel bertambah), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim. Fungsi neurotransmiternya pun menjadi tidak normal. Dengan bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar kepala janin. Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma jumlah sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukkan, bayi yang menderita kekurangan kalori protein (KKP) berat memiliki bobot otak 15 - 20% lebih ringan dibandingkan dengan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapai 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki nilai IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik. Asupan zat besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual. Untuk membuktikannya, Politt melakukan penelitian terhadap 46 anak berusia 3 - 5 tahun. Hasilnya menunjukkan, anak dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki kemampuan mengingat dan memusatkan perhatian lebih rendah. Penelitian Sulzer dkk. juga menunjukkan anak menderita anemia (kurang darah akibat defisiensi zat besi) mempunyai nilai lebih rendah dalam uji IQ dan kemampuan belajar. Maka atas dasar hasil penelitian tadi, kita bisa mengatur makanan anak sejak janin. Ketika anak masih dalam kandungan, si ibu mesti makan untuk kebutuhan berdua dengan gizi yang baik. Perilakunya juga mesti dijaga agar tidak memberi pengaruh buruk terhadap janin. Pasalnya, perilaku ''buruk''ibu hamil, merokok misalnya, ternyata juga menjadikan IQ anak rendah. Penelitian David L. Olds et. al. (1994) dari Departement of Pediatrics, University of Colorado di Denver, AS, menunjukkan bayi-bayi yang lahir dari ibu perokok memiliki faktor potensial ber-IQ rendah, seperti bobot lahir rendah, lingkar kepala lebih kecil, lahir prematur, dan perawatan saat di ICU lebih lama dibandingkan dengan bayi dari ibu tidak merokok selama hamil. Anak dari ibu perokok selama hamil pada usia 12 - 24 bulan memiliki nilai IQ 2,59 angka lebih rendah, pada 36 - 48 bulan memiliki nilai IQ 4,35 angka lebih rendah ketimbang IQ anak dari ibu tidak merokok saat hamil. Menurut David, asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan menderita hypoxia atau kekurangan oksigen. Asap rokok juga akan memicu terjadinya proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah mengikat CO dari asap rokok. Selain itu, asap rokok juga mengandung sekitar 2.000 - 4.000 senyawa kimia beracun yang secara langsung mengganggu dan merusak berbagai proses tumbuh kembang sel-sel dan sistem syaraf. Merokok selama hamil juga berpengaruh pada kekurangan zat gizi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel otak. Misalnya, kebutuhan zat besi akan meningkat karena harus memenuhi keperluan pembentukan sel-sel darah yang banyak mengalami kerusakan. Hal ini akan mengurangi kemampuan dan persediaan zat gizi lainnya, seperti vit. B-12 dan C, asam folat, seng (Zn), dan asam amino. Zat-zat gizi tsb. dilaporkan sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel-sel otak janin. Jika terjadi kekurangan zat-zat gizi esensial, proses tumbuh kembang otak tidak optimal, sehingga nilai IQ pun menjadi lebih rendah. Setelah lahir, asupan gizi bagi bayi juga harus dijaga tetap baik. Idealnya, anak mendapatkan ASI secara eksklusif sampai usia 4 - 6 bulan. Jenis makanan, selain ASI, untuk bayi dan anak balita sebaiknya dibuat dari bahan makanan pokok (nasi, roti, kentang, dll.), lauk pauk, bebuahan, air minum, dan susu sebagai sumber protein dan energi. Jangan lupa, bahan makanan harus diolah sesuai tahap perkembangan dari lumat, lembek, selanjutnya padat. Secara keseluruhan asupan makanan sehari harus mengandung 10 - 15% kalori dari protein, 20 - 35 % dari lemak, dan 40 - 60% dari karbohidrat. Menu seimbang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Sejak awal balita, jika memungkinkan, anak diberi susu sebanyak 500 ml. Namun, jika ASI cukup, susu pengganti tidak perlu diberikan hingga usia dua tahun. Perhatian juga mesti diberikan terhadap jadwal pemberian makanan. Makan besar tiga kali (sarapan, makan siang, dan malam), makan selingan (makan kecil) dua kali yang diberikan di antara dua waktu makan besar, air minum diberikan setelah makan dan ketika anak merasa haus, serta susu diberikan dua kali, yakni pagi dan menjelang tidur malam. Untuk mengetahui kecukupan gizi pada anak ada dua cara yang bisa digunakan. Pertama cara subjektif, yakni mengamati respon anak terhadap pemberian makanan. Makanan dinilai cukup jika anak tampak puas, tidur nyenyak, aktifitas baik, lincah, dan gembira. Anak cukup gizi biasanya tidak pucat, tidak lembek, dan tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan. Cara kedua adalah dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Cara ini dilakukan dengan mengukur bobot dan tinggi anak, dilengkapi dengan mengukur lingkar kepala pada anak sampai usia 3 tahun. Hasil pengukuran dibandingkan dengan data baku untuk anak sebaya. Jika ditemukan tanda-tanda kurang sehat, seperti pucat atau rambut tipis dan kemerahan, anak perlu diperiksa secara medis. Ada baiknya juga dilakukan pemeriksaan psikologis, terutama bila ada kemunduran prestasi belajar. Tempat Tinggal dan Cerita Selain faktor gizi dan perawatan, apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari anak, sejak dalam kandungan sampai usia lima tahun, sangat menentukan intelegensia dasar untuk masa dewasanya kelak. Setelah usianya melewati lima tahun, secara potensial IQ-nya telah tetap. Dengan begitu, masa itulah merupakan kesempatan emas bagi kita untuk memacu tingkat kecerdasan anak. Menurut Jean Piaget, psikolog dari Swis, semakin banyak hal baru yang dilihat dan didengar, si anak akan semakin ingin melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada dan terjadi di lingkungannya. Karenanya disarankan agar orang tua memperkaya lingkungan tempat tinggal (kamar tidur atau kamar bermain) bayi dengan warna dan bunyi-bunyian yang merangsang. Umpamanya, gambar-gambar binatang atau bunga, musik, kicauan burung, dsb. Semuanya mesti tidak menimbulkan ketakutan dan kegaduhan pada anak. Para pakar juga yakin lingkungan verbal bagi anak juga tak kalah pentingnya. Bahasa yang didengarkan anak bisa meningkatkan atau menghambat kemampuan dasar berpikirnya. Penelitian hal ini dilakukan psikolog Rusia. Ia membayar para ibu keluarga miskin untuk membacakan cerita dengan suara keras untuk bayi mereka masing-masing selama 15 - 20 menit setiap hari. Menjelang berusia 1,5 tahun, bayi menjalani pengukuran. Hasilnya, bayi-bayi itu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik ketimbang bayi-bayi seusianya di daerah yang sama. Penelitian lain dilakukan di sebuah sekolah perawat di New York, AS, terhadap dua kelompok anak usia tiga tahun. Masing-masing anak diperlakukan secara berbeda. Kelompok pertama diberi pelajaran berbahasa selama 15 menit setiap hari. Kelompok kedua diberi perhatian khusus juga selama 15 menit tanpa pelajaran bahasa. Setelah 4 bulan ternyata kelompok pertama mendapatkan kenaikan intelegensia rata-rata sebesar 14 angka. Sedangkan kelompok kedua kenaikan rata-ratanya cuma 2 angka. Nah, untuk mendapatkan anak cerdas ternyata gampang. Cuma dengan memberi makanan sehat, perawatan baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung sejak dalam kandung hingga usia lima tahun, besar kemungkinan harapan kita akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber &lt;/em&gt;: Khamid Wijaya/dr. Audrey Luize/M. Harli/Masitoh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-8500222254927348751?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/8500222254927348751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=8500222254927348751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8500222254927348751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/8500222254927348751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/bagaimana-mencetak-anak-cerdas-gampang.html' title='Bagaimana Mencetak Anak Cerdas ? .... GAMPANG'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-262596750154288477</id><published>2008-07-20T18:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:52:30.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Perkembangan kecerdasan Anak Anda</title><content type='html'>Perkembangan kecerdasan Anak Anda ada di tangan Anda Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap kecerdasan anaknya ? Apakah sekolah, guru, lingkungan atau pemerintah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita pahami bahwa yang paling bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak Anda adalah Anda sendiri sebagai orang tua. Mengapa demikian ? Berikut beberapa alasannya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang tua &lt;/strong&gt;adalah "sekolah" pertama bagi kehidupan anak. Dari orang tuanya anak mendapatkan semua materi pelajaran kehidupan ini, untuk yang pertama kalinya, aktifitas sehari-hari seperti bertutur kata, cara makan, beribadah, cara melakukan perkejaan rumah sampai ritual untuk berangkat ke kantor semuanya di pelajari anak dari tingkah laku Anda sebagai orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang tua &lt;/strong&gt;adalah yang paling mengetahui anaknya. Karena itulah, ia adalah orang yang paling mengerti bagaimana memaksimalkan pengembangan kecerdasannya &lt;br /&gt;Anak menghabiskan sebagian besar waktu bersama orang tua. Karena itu, apa yang didapatkan anak dari orang tuanya akan menentukan bagaimana perkembangan kecerdasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa anak adalah masa keemasan bagi perkembangan kecerdasan. Sehingga perlakukan orang tua, sangat menentukan bagaimana tingkat kecerdasannya kelak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang tua &lt;/strong&gt;adalah pemegang amanah atas anak dari Tuhan. Karena itulah, ia menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas anaknya, termasuk dalam masalah pengembangan kecerdasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat begitu besarnya peran orang tua bagi perkembangan kecerdasan anak dan pendidikan anak, maka sudah selayaknya setiap orang tua memperhatikan masalah ini dengan lebih serius .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari: http://www.AnakJenius.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-262596750154288477?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/262596750154288477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=262596750154288477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/262596750154288477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/262596750154288477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/perkembangan-kecerdasan-anak-anda.html' title='Perkembangan kecerdasan Anak Anda'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-580637421159866804</id><published>2008-07-20T18:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:32:09.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Mengembangkan Bakat atau Eksploitasi Ekonomi Anak?</title><content type='html'>Hati- hati. Terutama sebagai orang tua ... harus berhati-hati dalam menangani bakat anak, salah-salah justru malah kita bisa dianggap mengeksploitasi anak demi alasan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat Anak. Saat ini pemain sinetron dan penyanyi cilik semakin marak saja. Dan semakin laris manis saja ditambah lagi dengan acara-acara di televisi seperti Mamamia, Indonesian Idol, Idola Cilik dan lain sebagainya, makin memberikan inspirasi kepada orang tua agar anaknya juga dapat berprestasi seperti mereka. Kesuksesan pemain-pemain cilik ini menjanjikan pundi-pundi rupiah dari jutaan hingga milyaran rupiah. Bayangkan saja uang dengan mudah didapat dari rekaman, iklan dan juga pentas. Dan umunya yang menjadi manajer ibu atau ayahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini mengembangkan bakat yang terpendam atau eksploitasi ekonomi anak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat Anak. Beberapa artis cilik yang kini telah populer seperti Dea Ananda, Agnes Monica, Joshua dan Leony. Dan kedua orang tua mereka semuanya menjadi manajernya. Menurut orang tua mereka, ia tidak mengeksploitasi anaknya. Anaknya ingin menjadi penyanyi karena kemauannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat Anak. Sebut saja Agnes Monica yang kini sudah artis remaja yang termahal bayarannya. Agnes memulai karirnya dari menyanyi dan presenter. Dan dunia sinetron kemudian membuat Agnes semakin terkenal. Tak heran kalau mobil jaguar pun kini nongkrong di garasi rumahny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat Anak. Terlepas dari semua itu, para orang tua artis cilik menyangkal kalau mereka mengeksploitasi anak mereka. Namun yang perlu dipahami oleh orang tua, mereka harus juga harus menghormati hak-hak anak dalam hal kebebasan waktu, sekolah dan belajar. Mereka harus pandai-pandai mengatur jawdwal dan tidak memaksakan kehendak terhadap anak demi alasan ekonomi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup anak INDONESIA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-580637421159866804?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/580637421159866804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=580637421159866804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/580637421159866804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/580637421159866804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/mengembangkan-bakat-atau-eksploitasi.html' title='Mengembangkan Bakat atau Eksploitasi Ekonomi Anak?'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-6773687500378459273</id><published>2008-07-17T02:32:00.001-07:00</published><updated>2008-07-20T18:53:32.671-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita Anda'/><title type='text'>Tips Memandikan Bayi</title><content type='html'>Air dingin dituangkan ke dalam bak mandi, tambahkan air panas secukupnya hingga suhu mencapai kurang lebih 40 derajat Celsius untuk bayi berumur sampai 2 bulan, secara berangsur angsur turunkan suhu sampai 27 derajat Celsius untuk bayi di atas 2 bulan. Isilah bak mandi dengan air setinggi kira-kira 7,5 cm dari dasar bak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersihkan terlebih dahulu kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang. &lt;br /&gt;2. Bersihkan mata bayi dari ujung mata ke arah hidung, Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata.&lt;br /&gt;3. Bersihkan lubang hidung si kecil secara perlahan-lahan dengan cotton buds yang terlebih dahulu telah dicelupkan ke dalam air bersih. &lt;br /&gt;4. Ganti kapas untuk masing-masing lubang hidung. Hati-hati, jangan sampai memasukkan cotton buds terlalu dalam.&lt;br /&gt;5. Bersihkan daun telinga si kecil dengan cotton buds yang telah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga, bersihkan bagian luar telinganya saja.&lt;br /&gt;6. Sebelum membersihkan tubuhnya, bukalah baju bayi secara bertahap. Mula-mula bukalah baju bagian atas, baru kemudian popok atau celana bayi.&lt;br /&gt;7. Bersihkan alat kelamin dan pantat bayi dengan kapas bulat yang sudah dibasahi air. Bersihkan setiap lipatannya.&lt;br /&gt;8. Kemudian mulailah menyabuni rambutnya serta seluruh badan bayi, terutama lipatan-lipatan kaki, paha, tangan serta lehernya dengan menggunakan sabun bayi.&lt;br /&gt;9. Ukur kembali suhu air dalam bak mandi. Kemudian selipkan tangan kiri Anda ke bawah tengkuk si kecil, lalu pegang erat-erat ketiaknya. Sanggahlah tengkuk si kecil dengan pergelangan tangan Ibu, lalu pegang tubuhnya dengan tangan kanan Ibu.&lt;br /&gt;10. Angkatlah si kecil dan masukkan ke dalam bak mandi. Sementara tangan kiri Anda menyangga kepala dan memegangi ketiaknya, tubuhnya sebagian terendam dalam air. Gunakan tangan kanan Ibu untuk membersihkan sabun di telinga, leher, dan seluruh badannya. Biarkan si kecil bermain dalam air selama sekitar 2-5 menit. Bila si kecil sudah cukup besar, berikan mainan kapal-kapalan atau bebek-bebekan agar acara mandi semakin menyenangkan.&lt;br /&gt;11. Untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya, balikkan badan si kecil perlahan-lahan, kemudian sanggah badannya dengan tangan kiri Anda dan pegang erat-erat ketiaknya. Lalu dengan tangan kanan, bersihkanlah punggungnya.&lt;br /&gt;12. Setelah acara mandi selesai, angkatlah tubuh si kecil dari dalam air, lalu bungkuslah tubuhnya dengan handuk. Sambil mengajaknya bercengkrama, keringkan tubuh bayi dengan cara menekan-nekankan handuk bayi ke tubuhnya.&lt;br /&gt;13. Setelah tubuhnya kering, taburkan bedak bayi di dada, perut dan punggungnya, agar tubuhnya wangi dan segar. Perhatikan setiap lipatan dan lekukan khususnya di daerah kemaluaannya. Usapkan lipatan pada kemaluan si kecil dengan baby oil.&lt;br /&gt;14. Terakhir, pakaikan popok dan baju bayi, lalu sisirlah rambutnya dengan sisir khusus untuk rambut bayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cuaca mengijinkan, ajakan si kecil jalan-jalan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buklet Milna "Cara yang baik merawat si kecil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-6773687500378459273?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/6773687500378459273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=6773687500378459273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6773687500378459273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/6773687500378459273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/tips-memandikan-bayi.html' title='Tips Memandikan Bayi'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8844225150132464061.post-2895132064982671420</id><published>2008-07-17T02:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:34:11.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakat Anak'/><title type='text'>Mengintip Bakat Anak dari Gaya Belajar</title><content type='html'>Bakat anak bisa terlihat dari kebiasaan dalam belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Linguistik :&lt;br /&gt;1. mengarang puisi, membuat rangkuman pelajaran, membuat tulisan kisah-kisah sejarah&lt;br /&gt;2. suka bercerita panjang lebar dan berkisah&lt;br /&gt;3. menyukai permainan kata-kata&lt;br /&gt;4. suka membaca buku&lt;br /&gt;5. banyak bicara&lt;br /&gt;6. cepat menangkap pelajaran yang disampaikan lewat penuturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Matematis Logis :&lt;br /&gt;1. Menyukai pelajaran yang berhubungan dengan hitunga-menghitung&lt;br /&gt;2. Mudah memahami cara kerja computer&lt;br /&gt;3. Suka memikirkan hal dan kejadian yang berkaitan sebab akibat&lt;br /&gt;4. Pandai bermain catur, halma dan berbagai permainan strategis lain&lt;br /&gt;5. Menjabarkan segala sesuatu secara logis&lt;br /&gt;6. Cepat memahami pelajaran IPA dan matematika&lt;br /&gt;7. Suka bereksperimen terhadap apa yang ingin diketahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Spesial :&lt;br /&gt;1. Menonjol dalam bidang seni&lt;br /&gt;2. Mampu menggambarkan secara visual segala sesuatu&lt;br /&gt;3. Mudah membaca peta, grafik dan diagram&lt;br /&gt;4. Menggambar sosok orang atau benda sesuai aslinya&lt;br /&gt;5. Senang melihat film, slide atau foto&lt;br /&gt;6. Menyukai teka teki jigzaw, maze dan puzzle&lt;br /&gt;7. Asyik dengan permainan konstruksi 3 dimensi seperti lego&lt;br /&gt;8. Terbiasa mencoret-coret kertas jika jenuh&lt;br /&gt;9. Lebih mudah membaca gambar daripada kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Kinestetis-jasmani :&lt;br /&gt;1. Kompetitif dalam bidang olahraga&lt;br /&gt;2. Suka menggerak-gerakkan anggota badan di luar sadar&lt;br /&gt;3. Sangat ingin menyentuh benda yang sedang dipelajari&lt;br /&gt;4. Menikmati gerakan atletik atau sekedar menontonnya&lt;br /&gt;5. Lebih mampu dalam bidang kerajinan tangan motorik halus&lt;br /&gt;6. Suka menirukan gerakan dan kebiasaan orang&lt;br /&gt;7. Gemar membongkar dan menyusun kembali benda-benda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Musikal :&lt;br /&gt;1. Mudah mengikuti melodi lagu&lt;br /&gt;2. Menyukai pelajaran musik dan menyanyi&lt;br /&gt;3. Menyukai belajar dengan iringan musik&lt;br /&gt;4. Suka menyanyi baik untuk diperdengarkan atau tidak&lt;br /&gt;5. Mudah mengikuti irama musik&lt;br /&gt;6. Peka terhadap beragam suara, irama dan nada&lt;br /&gt;7. Cepat merespon berbagai jenis musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Intrapersonal :&lt;br /&gt;1. Pandai menyenangkan hati teman&lt;br /&gt;2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru&lt;br /&gt;3. Suka bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan rumahnya&lt;br /&gt;4. Menyukai kegiatan dan permainan yang bersifat kelompok&lt;br /&gt;5. Pandai memahami dan berempati pada perasaan teman&lt;br /&gt;6. Mampu bersikap netral di tengah pertikaian antar teman&lt;br /&gt;7. Kemampuan mengkoordinir dan memimpin teman-temannya yang cukup menonjol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Belajar Kecerdasan Alami:&lt;br /&gt;1. Peka terhadap benda-benda alam&lt;br /&gt;2. Suka terhadap binatang piaraan&lt;br /&gt;3. Suka berkebun, berada di dekat kebun atau menikmati gambarnya&lt;br /&gt;4. Menikmati system atau siklus kehidupan &lt;br /&gt;5. Mengoleksi gambar, foto yang berkaitan dengan benda-benda alam&lt;br /&gt;6. Suka mengumpulkan dan membawa pulang daun, batang, ranting, rumput atau bunga&lt;br /&gt;7. Suka bermain-main dan berkreasi dengan bahan-bahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8844225150132464061-2895132064982671420?l=kekit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kekit.blogspot.com/feeds/2895132064982671420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8844225150132464061&amp;postID=2895132064982671420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/2895132064982671420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8844225150132464061/posts/default/2895132064982671420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kekit.blogspot.com/2008/07/mengintip-bakat-anak-dari-gaya-belajar.html' title='Mengintip Bakat Anak dari Gaya Belajar'/><author><name>Multa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16321833688483750951</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
